Jalan Rusak di Pertigaan Bajangan, Pedagang Makanan : Sekarang Sepi Pembeli

733


Pasuruan (wartabromo.com) – Jalan rusak di pertigaan Jalan raya Warungdowo Timur, Desa Bajangan, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan menyebabkan polusi debu. Akibatnya, pedagang yang berada disamping jalan mengeluh omzet dagangannya sepi.

Berdasarkan pantauan Wartabromo.com, kendaraan bertonase besar banyak melintas di Jalan KH. Agus Salim menuju pertigaan Jalan Raya Warungdowo. Ditambah lagi, lubang besar yang menganga di sepanjang jalan membuat debu seperti asap tebal berterbangan akibat lalu lalang kendaraan besar seperti truk.
Supriadi, Pedagang Bakso mengaku, semenjak adanya proyek nasional, omzet penjualan bakso miliknya turun drastis.

“Omzet sepi, bisa dibilang dibawahnya separuh bila dibandingkan sebelum adanya proyek,” ujar Supriadi.
Supriadi mengatakan, warung bakso miliknya terkena debu sepanjang hari. Untuk meminimalisir dampak debu yang cukup menganggu tersebut, ia dan karyawannya secara bergantian menyiram jalan sebanyak empat kali sehari.

Namun, upaya tersebut dirasa kurang efektif, karena intensitas truk besar yang berlalu lalang didepan usahanya membawa debu yang amat banyak. Sehingga tak sebanding dengan usahanya menyiram jalanan.

“Harapan saya segera diperbaiki, agar dagangan saya bisa kembali normal, omzet bisa naik seperti sebelum ada proyek,” tutupnya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Nur Indriyati , pedagang rujak. Ia resah, karena kehilangan pembeli semenjak ada proyek Umbulan dan Jalan Tol di wilayah Pasuruan.

“Dibanding dulu, sekarang sepi pembeli,” ujar Nur.


Nur menambahkan, etalase makanan yang biasa ia letakkan didepan warung, kini dibawa masuk ke dalam warung, supaya tidak terkena debu.

Nur mengaku, ia bersama warga sudah tiga kali mendatangi pihak Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan dan Pihak Proyek Jalan Tol, agar jalan yang dilalui kendaraan besar disiram, supaya debu tidak bertebaran.

“Datang bersama-sama, Warga RT 1, RW 2 ngelurug meminta agar Jalan Raya Bajangan satu hari lima kali untuk disiram,” kata Nur.

Sayangnya, meski pihak Proyek SPAM Umbulan maupun dan pihak Tol menyanggupi permintaan warga, dari awal Ramadan, hingga lebaran usai, hanya satu kali jalan tersebut disiram.

“Baru kemarin, sekali ada tangki dari tol jam 3 sore,” Pungkasnya.(wil/may)