Buyarkan Massa, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

812


Probolinggo (wartabromo.com) – Massa yang marah dengan ditangkapnya dua pelaku maling motor, membuat evakuasi berjalan alot. Polisi terpaksa menembakkan gas air mata untuk membubarkan warga yang beringas.

Butuh sekitar 5 jam, bagi pihak kepolisian untuk mengevakuasi pelaku curanmor itu.
Massa dari berbagai desa terus berdatangan ketika mendengar ada pelaku maling berhasil diamankan di Dusun Krajan, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Rabu (11/7/2018). Tak hanya membakar motor Honda CBR milik sebagai pelampiasan, warga bahkan melempari pemilik rumah dengan batu.
Sehingga genting dan kaca rumah Misati hancur.

“Ambil bensin, ambil bensin, bakar saja” teriak beberapa warga yang mulai kalap.

Sebab, warga menuding polisi melindungi pelaku. Dimana petugas tak segera membawanya ke kantor polisi untuk proses hukum selanjutnya.

“Warga sudah muak dan kesal karena di Desa Boto berulang kali kehilangan motor. Ini amarah warga memuncak mas. Jadi mumpung ada maling ketangkap kita kepung dan hajar, namun dihalangi polisi,” ungkap Ahmad, salah satu warga.

Tak ingin kecolongan dengan persekusi warga, Polres Probolinggo menambah pasukan. Jika sebelumnya hanya ada 1 SSK Pasukan Sabhara, maka 1 SSK lain ditambahkan. Lantaran rumah korban, dikepung ratusan warga yang saking kesalnya dengan ulah pelaku. Warga tak beranjak bahkan semakin malam semakin membludak.

Peringatan-peringatan yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian tidak dihiraukan oleh massa. Sehingga korp baju cokelat ini pun mengambil langkah tegas dengan menembakkan gas air mata ke tengah kerumunan massa. Perihnya semburan gas air mata membuat warga semburat dan memberikan ruang bagi polisi untuk mengevakuasi pelaku.
Setidaknya butuh sekitar 5 jam bagi pihak kepolisian untuk membuyarkan warga. Dua pelaku kemudian dibawa dengan mobil patroli ke Mapolres Probolinggo. Kini keduanya diamankan polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Maklum mas, warga kesal karena disini sering motor warga hilang. Syukur pelaku bisa diamankan, meski kondisi rumah korban rusak. Saya sebagai pelaksana tugas kades akan bertanggung jawab untuk memperbaiki,” kata Matraji. (lai/saw)