Koran Online 31 Juli : Begal Kembali “Gentayangan”, hingga 6.866 KIS Disebar di Kota Pasuruan

1629

Pasuruan (wartabromo.com) – Pemuda asal Kota Pasuruan miliki nama unik, Ganyang Penghalang Demokrasi Pancasila. Selain itu dua saudaranya juga diberi nama unik dan patriotik oleh ayahnya.

“Saya memberi nama anak sesuai dengan peristiwa jaman. Saya ini kan guru sejarah, sangat menghargai peristiwa momentum dalam masa itu. Ganyang lahir pada saat itu Indonesia (ada) pengaruh ideologi luar, yang dapat mengancam pelaksanaan demokrasi di Indonesia,” ujar Prayitno, ayah Ganyang, saat jam istirahat mengajar di sekolahnya, Senin (30/7/ 2018). Simak Selengkapnya.

  1. Membangun Konsensus, Perangi Money Politic
Ilustrasi Politik Uang

BARU-BARU ini Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Kota Pasuruan mengklaim, Kota Pasuruan terbebas dari money politic saat pelaksanaan Pilgub 2018. Pernyataan tersebut diungkapkan dalam Rapat Koordinasi yang diadakan oleh Bawaslu di sebuah rumah makan di Pasuruan pada 29 Juli 2018.

Baca Juga :   Populasi Badak Jawa Tinggal 50 Ekor di Ujung Kulon

Argumentasinya, bahwa tidak ada laporan dari masyarakat tentang praktek politik uang, yang diajukan kepada Bawaslu. Tentunya, pernyataan tersebut merupakan kabar gembira bagi para penyelenggara pemilu maupun Tim Pasangan Calon yang ada di Kota Pasuruan. Simak Selengkapnya.