Bayi Kembar Siam Probolinggo Butuh Uluran Tangan

1475
Kapolres Probolinggo AKBP Fadly saat berkunjung ke rumah bayi kembar Siam, Asmaul dan Husna, Rabu (1/8/2018). Kondisi ekonomi ayah dan ibunya, membuat bayi kembar ini membutuhkan uluran tangan, setidaknya untuk mencukupi biaya penebusan oksigen yang dibutuhkan.

Probolinggo (wartabromo.com) – Tiga bulan pasca dilahirkan, kondisi bayi kembar siam Asmaul dan Husna, asal Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo makin membaik. Hanya saja kondisi ekonomi orangtua, bayi kembar siam ini dikatakan perlu uluran tangan.

Hingga Rabu (1/8/2018) pagi, selang oksigen masih terhubung dengan bagian pernafasan putri pasangan Desi Setyowati dan Deni Kurniawan itu. Oksigen ini, merupakan penunjang kehidupan sehari-hari keduanya. Sejauh ini, perawatan bayi lucu itu masih diawasi tim medis dari RSUD Tongas.

Tabung oksigen tersebut dibutuhkan, karena jantungnya hanya berfungsi optimal sebelah saja. Walaupun demikian, kedua jantung yang dimiliki bayi kembar siam ini, tetap saling berhubungan dan saling support. “Hanya saja masih perlu bantuan oksigen untuk bernafas,” jelas Dokter Spesialis anak RSUD Tongas, dr. Vonny Mariany Deckert, SpA.

Dokter Vonny menyebutkan, secara umum, fisik bayi ini sudah mengalami perkembangan. Lingkar kepala serta berat badan sudah menujukan pertumbuhan. Semula hanya memiliki berat badan 3,7 gram kini bertambah menjadi 5,9 gram. “Sementara untuk asupan susu dan suplemen tambahan, semuanya gratis dari Pemkab Probolinggo,” ujarnya.

Dalam 2 hari, bayi kembar siam ini membutuhkan asupan oksigen dari tabung berukuran 6 M3. Untuk isi ulang, keluarga ini harus menebusnya dengan harga Rp 55 ribu. Artinya dalam 30 hari, untuk keperluan oksigen, dibutuhkan Rp 825.000. Kebutuhan oksigen ini tidak ditanggung oleh pemerintah. Padahal sebagai tukang las, penghasilan Deni Kurniawan tak menentu.

Untuk itu, Kapolres Probolinggo AKBP. Fadly Samad mengajak warga, peduli terhadap bayi kembar siam ini. Salah satunya, dengan menyisihkan uang sedekah bagi Asmaul dan Husna. “Mari kita bersama-sama untuk peduli terhadap adik ini dengan menyisihkan rejeki yang kita miliki. Termasuk media massa dengan membuka rekening peduli bagi mereka,” usai memberi santunan kepada Asmaul dan Husna.

Perkembangan bayi kembar siam ini, terus dipantau oleh tenaga kesehatan di desa setempat. Kemudian dilaporkan secara berkala kepada tim penanganan bayi kembar siam, yang dimonitor langsung oleh tim medis RSUD Dr. Soetomo Surabaya. (lai/saw)