Terkena Kanker di Kaki, Bocah Pasrepan Butuh Uluran Tangan

1351
Agus Setiawan, Ketua LPA Kabupaten Pasuruan saat Mendampingi Subahul di RSSA Malang.

Pasuruan (wartabromo.com) – Terlambat mendapat penanganan medis, kaki seorang bocah laki-laki asal Pasuruan terancam diamputasi, setelah divonis terkena kanker. Kesulitan akses layanan kesehatan disebut jadi penyebab bocah tidak segera terobati.

Diketahui, bocah tersebut bernama Subahul Anam (13), warga Dusun Krajan, Desa Galih, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan. Saat ini Ia tergolek lemah di RSSA Malang, setelah benjolan di kaki kirinya semakin membesar.

Agus Setiawan, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Pasuruan mengatakan, awalnya, di kaki kiri Anam, muncul benjolan kecil. Lalu lama kelamaan benjolan tersebut semakin membesar dan membuat Anam tidak dapat beraktivitas seperti biasa.

Dikatakan, Subahul mulai merasa sakit pada kaki kirinya setelah terjatuh saat berada di Kalimantan. Dirasa kakinya membengkak, Ia pun pulang ke Pasuruan. Pihak keluargapun akhirnya berupaya untuk menyembuhkan anaknya. Hanya saja, saat itu, Sutinah, Ibu Subahul kesulitan mengakses layanan kesehatan dari Pemerintah.

“Orang tuanya tidak mampu. Kesulitan mengakses layanan kesehatan. Lha waktu itu Pemerintah juga tidak segera tanggap ada warganya sakit,” ungkap Agus, Rabu (15/8/2018).

Dengan kondisi ekonomi yang sulit, Sutinah pun pasrah menanti kesembuhan anaknya. Namun, kondisi kesehatan Subahul semakin drop dan bengkak  kakinya semakin parah.

“Saat tahu ada bocah Pasuruan sakit, kami langsung ke sana (rumah Subahul, red), dan membawa ke Rumah Sakit,” tambahnya.

Saat ini Subahul masih mendapat penangan intensif tim medis di RSSA Malang. Dengan kondisi ekonomi keluarga sang bocah, LPA Kabupaten Pasuruan mencoba menanggung pembiayaan selama perawatan. Keluarga ini juga mengakui masih membutuhkan uluran tangan dari donatur.(red)