Bendera di Lautan Pasir Dicopoti Pengunjung, Alasannya Bikin Ngelus Dada

5373
Sejumlah bendera merah putih yang terpasang di patok lautan pasir hilang. Diduga hilang karena dicopoti pengunjung yang ingin berswafoto (selfie/foto narsis) di kawasan wisata Bromo.

Probolinggo (wartabromo.com) – Ratusan bendera merah putih yang dipasangkan di patok lautan pasir Bromo Probolinggo, raib. Diduga bendera itu dicopoti oleh pengunjung hanya untuk selfie (foto narsis) di kawasan wisata Gunung Bromo.

Tindakan tak terpuji dilakukan pengunjung wisata Bromo itu, sangat disayangkan sejumlah pihak.
Pesta perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73, belum usai. Namun, ratusan bendera di lautan pasir Bromo yang dipasang pada Senin-Selasa (13-14 Agustus) lalu hilang. Diduga pelakunya adalah pengunjung Bromo. Mereka mencopoti bendera merah putih yang tertancap untuk dibuat foto-foto di sejumlah area wisata Bromo.

“Bukan diduga lagi, tapi memang diambil oleh pengunjung. Saya saksi matanya, ketika beberapa pengunjung mencopot bendera dari patok. Ada yang dibawa pergi, ada juga yang sekedar selfi atau foto, tapi setelah dicopot, dibiarkan saja. Saya tadi menegur mereka agar tidak mencopoti bendera itu, tapi malah dibilangi ojo metuwek (jangan sok,red),” kata Ahmadi, anggota komunitas Forum Sahabat Gunung, Jumat (17/8/2018).

Nada kecewa juga disampaikan oleh Sunarip Yudidarmanto, warga Ngadisari, Kecamatan Sukapura. Menurutnya, bendera yang merupakan hasil gotong royong warga dan pelaku wisata di Bromo itu, tak seharusnya bendera itu diambil. Selain masih dalam suasana kemerdekaan, bendera itu menunjukkan Kebhinekaan Suku Tengger.

“Sangat disayangkan. Padahal itu adalah bentuk Kebhinekaan kami sebagai Suku Tengger yang sangat cinta Indonesia. Banyak pengunjung Bromo yang mengambil bendera. Mereka ambil, lalu dibuat foto selfie di kawah gunung dan tempat lainnya. Kami berharap mereka sadar bahwa apa yang kami lakukan, bukan sekedar gagah-gagahan,” ujar warga asli Suku Tengger ini.

Tak hanya warga, Camat Sukapura, Yulius Christian juga mengaku sangat kecewa dengan raibnya banyak bendera di lautan pasir itu. “Sangat kecewa. Kami menghimbau masyarakat khususnya pengunjung untuk sama-sama menjaga kekhidmatan momentum kemerdekaan. Pengunjung sebaiknya lebih memahami bahwa pemasangan bendera itu sebagai wujud cinta tanah air, apalagi saat ini hari kemerdekaan Bangsa Indonesia,” ujar Yulius. (fng/saw)