Warga Kampung Melayu Upacara Bendera di Kuburan

0
717
Warga Kampung Melayu, Kel. Kraksaan Wetan, Kec Kraksaan menggelar Upacara Bendera di TPU setempat, Jumat (17/8/2018).

Probolinggo (wartabromo.com) – Warga Kampung Melayu, Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, gelar upacara bendera HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73, di kuburan umum. Tempat upacara yang tak lazim ini, justru mengundang animo warga untuk mengikutinya.

Hari ini, Jumat (17/8/2018), warga seantero Indonesia melaksanakan upacara bendera. Hal yang sama juga dilakukan oleh warga RT 2 RW 2 Kampung Melayu, Kelurahan Kraksaan Wetan.

Bukannya menggelar upacara bendera di tanah lapang, warga malah melaksanakannya di tempat pemakaman umum (TPU) setempat. Peserta pun berdandan ala pejuang tempo dulu. Lengkap dengan aksesorisnya, seperti bambu runcing dan sepeda ontel.

Meski digelar di tengah kuburan umum, upacara bendera itu tak kehilangan nuansa kebangsaannya. Peserta dan warga tampak khidmat, menghayati kesakralan pengibaran bendera merah putih. Serta pembacaan teks UUD 45 dan Pancasila.

“Dengan mengadakan upacara di kuburan, kami dapat membayangkan langsung jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan. Ini salah satu bentuk kami untuk mengenang jasa mereka. Kuburan kami hias sedemikian rupa dan dicat, agar warga mengingat perjuangan mereka,” Sofyan, peserta upacara.

Menurut Husnul Khotimah, selaku inspektur upacara menuturkan, upacara nyleneh itu merupakan aspirasi warga sekitar. Ia mengatakan setidaknya ada 400 warga turut upacara, baik sebagai peserta maupun hadir menyaksikan. Mereka dari berbagai latar pekerjaan dan sangat antusias ingin menunjukkan nasionalismenya, meski dengan cara berbeda.

“Kita ingin memperjuangkan atau menghormati jasa pahlawan. Kita juga ingin mengingatkan, bahwa kita suatu saat akan kembali ke tanah atau kuburan. Sehingga diharapkan setiap individu selalu berbuat baik dalam bertetangga, berbangsa dan bernegara. Karena kita saat ini sudah tak menghadapi penjajah lagi, melainkan menghadapi rongrongan terhadap kesatuan dan persatuan NKRI,” kata wanita yang juga Ketua RW setempat ini.

Tentunya mereka memberi harap, upacara bendera kali ini dapat memupuk kembali semangat nasionalisme warga. Selain mempererat tali silaturahmi antar warga. Sehingga kejayaan dan kedautalan NKRI tetap terjaga. (cho/saw)