M. Lutfianto, Terduga Teroris Asal Probolinggo Meninggal

1643
Densus 88 Anti Teror, reka ulang kasus terorisme, oleh terduga M. Lutfianto (30), warga Kelurahan Sumberwetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Rabu (25/4/2018). Setidaknya ada 44 adegan diperagakan di dua Tempat Kejadian Perkara (TKP). (Foto: dokumen)

Probolinggo (wartabromo.com) – Terduga teroris M. Lutfianto (30), warga Kelurahan Sumberwetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, meninggal dunia. Ia dinyatakan gagal ginjal oleh dokter RS. Polri Kramat Jati Jakarta.

Kabar meninggalnya M. Lutfianto dibenarkan oleh Kapolres Probolinggo Kota, AKBP. Alfian Nurrizal pada Sabtu (18/8/2018). Kapolres mengatakan M. Lutfianto meninggal saat dakam perawatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta. Saat ini, jenasah Lutfianto dalam perjalanan menuju rumah duka. “Sakit gagal ginjal,” tulisnya melalui pesan singkat.

Diketahui M. Lutfianto ditangkap oleh polisi pada Selasa (13/2/2018) sekitar pukul 17.00 WIB, di depan Mapolres Probolinggo Kota. Ia kemudian ditetapkan sebagai tersangka teroris. Saat ini kasus atas M. Lutfianto tengah ditangani oleh Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri.

M.Lulfianto berencana akan melakukan penyerangan kepada anggota Polresta Probolinggo. Saat itu, ia di atas sepeda motor matik warna hitam dan membawa sebilah pedang, hingga kemudian diamankan polisi.

Polres Probolinggo Kota dan Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, sempat melakukan pengeledahan di rumah M Lutfianto dan mertuanya. Petugas mengamankan beberapa buku tentang jihad, sebilah pedang, dua senapan angin dan juga alat bukti lain seperti simcard juga memori HP. (fng/saw)