Terduga Teroris M. Lutfianto Dimakamkan

1488
Densus 88 Anti Teror, reka ulang kasus terorisme, oleh terduga M. Lutfianto (30), warga Kelurahan Sumberwetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Rabu (25/4/2018). Setidaknya ada 44 adegan diperagakan di dua Tempat Kejadian Perkara (TKP). (Foto: dokumen)

Probolinggo (wartabromo.com) – Jasad M. Lutfianto, terduga teroris dimakamkan di pemakaman umum desa tempatnya tinggal. Tak ada penolakan dari warga, meski yang bersangkutan jadi tersangka terlibat jaringan teroris.

Muhamad Lutfianto, warga Kelurahan Sumberwetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, dimakamkan pada Sabtu (18/7/2018) sore. Ia dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) tak jauh dari rumahnya. Tak terlihat istrinya saat pemakaman berlangsung. Hanya beberapa rekannya di Yayasan Khadimul Ummah Sumbertaman, terlihat di kejauhan. “Ini makam umum, bukan makam keluarga. Tak ada persoalan,” ujar Aditya, salah satu warga.

Ia mengatakan, kabar meninggalnya Lutfianto diterima pada Jumat (17/8/2018) sore. “Diantar ke rumah saya oleh buser dan anggota Polsek. Setelah itu keluarganya menyusul ke Jakarta,” tutur pria yang juga pegawai Kelurahan Sumberwetan ini.

Lutfianto, berstatus sebagai tersangka, hampir empat bulan menjadi tahanan Densus 88 Anti Teror di Mako Brimob Polri. Sebelum dikabarkan meningggal, ia sempat dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, karena menderita gagal ginjal. Namun nyawa pemuda 24 tahun itu, tak tertolong dan meninggal pada Jumat siang kemarin.

Sementara, pihak kepolisian memastikan, Lutfi meninggal karena sakit dan tidak ada unsur penganiayaan pada tubuh Lutfi.

“Karena gagal ginjal dan meninggal di rumah sakit Polri. Setelah mendengar kabar itu, kami perintahkan Kasat Intel dan kapolsek untuk bermusyawarah dengan ulama dan warga. Alhamdulillah tak ada penolakan dari warga dan dimakamkan di daerahnya,” kata Kapolresta Probolinggo AKBP. Alfian Nurrizal.

Diketahui, Lutfi ditangkap polisi karena mencoba menyerang anggota Polresta Probolinggo pada 16 Mei 2018 lalu. Ia mencoba menyerang polisi dengan sebilah pedang, namun berhasil dilumpuhkan petugas. Dari hasil penyelidikan, Lutfi merupakan anggota Jamaah Anshorut Tauhid (JAT). (saw/saw)