Dinas Pendidikan Akui Kecolongan ada Pawai Bercadar dan Bergaya Angkat Senjata

1455

Probolinggo (wartabromo.com) – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Probolinggo mengakui kecolongan dalam pawai budaya TK dan PAUD Kemerdekaan RI ke-73. TK Kartika V-69, berkostum serba hitam ala teroris bercadar dan memanggul replika senjata api.

Ketua pelaksana pawai budaya TK dan PAUD, Supini mengakui, pihaknya tidak menyeleksi kostum peserta satu-persatu. Mengingat jadwal acara diberikan pagi hari, sesaat sebelum karnaval diberangkatkan. “Kami meminta maaf, ini memang kelalaian kami. kami tidak sempat menyeleksi kostum anak-anak yang ikut pawai,” ujarnya setelah dimintai keterangan oleh pihak Polres Probolinggo Kota.

Supini mengatakan, tema yang diangkat adalah kesenian dan budaya Indonesia. Sedang tujuan dari karnaval, untuk mengenalkan dan menanamkan nilai-nila kebudayaan kepada Indonesia. Karena menurutnya, di usia anak PAUD, RA ataupun TK muda menyerap apa saja yang ada di sekitarnya, termasuk nilai-nilai kebudayaan Indonesia. “Pelajaran itu yang ingin kami sampaikan kepada anak-anak. Dalam karnaval ini tidak ada pemenang, karena bukan perlombaan,” ungkapnya.

Kadisdikpora Muhammad Maskur, juga mengatakan, tampilan kostum itu, tidak sesuai dengan tema karnaval. Kostum yang menuai protes dan kecaman itu, akan dijadikan evaluasi untuk penyelenggaraan event mendatang. Ia juga mengaku telah menegur pihak penyelenggara dan TK yang bersangkutan.

“Tadi kami langsung tegur secara lisan. Kami akan tindaklanjuti dengan surat teguran. Kalau sanksi administrasi pasti, karena ketua penyelenggaranya, ASN,” terang pria kelahiran Kabupaten Sampang, Madura ini.

Di tempat yang sama Dandim 0820 Probolinggo, Kolonel (Kav) Depri Rio Saransi, menyatakan dengan tegas, kalau apa yang dilakukan kepala sekolah adalah murni memanfaatkan properti yang ada di gudang TK. Tidak ada sebersitpun tujuan untuk ajarkan kekerasan kepada murid-muridnya. “Kepala TK ingin menunjukkan kepada muridnya tentang bagaimana perjuangan Islam. Bukan faham radikalisme,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Dandim sebagai pembina dan penanggungjawab TK V-69 juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Depri mempertegas kalau apa yang dilakukan kepala TK, tidak ada unsur kesengajaan dan tidak memiliki tujuan apa-apa.

“Kami sebagai penanggungjawab TK, juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Tujuan kami ikut karnaval semata-mata ikut berpartisipasi memperingati HUT Kemerdekaan RI,” pungkasnya. (fng/saw)