Jagal di Rutan Bangil

997

Bangil (wartabromo.com) – Setiap kali Hari Raya Idul Adha, Tukang Jagal bak jadi artis, selalu dicari dan dinanti, bahkan banyak yang sampai kesulitan mencarinya. Akan tetapi, Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Bangil tak susah mencari tukang jagal, lantaran salah satu warga binaan, jago dalam urusan menyembelih hewan kurban.

Jagal itu bernama Syakroni (41).

Seperti yang terlihat pada Rabu (22/08/2018) pagi. Setelah Sholat Ied selesai dilaksanakan, Syakroni tak langsung kembali ke blok narapidana, melainkan menuju branggam alias lorong yang ada di bagian belakang Rutan Bangil. Di sana, sudah ada seekor sapi dan 13 ekor kambing, siap untuk disembelih.

Namanya juga tukang jagal, begitu petugas menyerahkan sebilah pisau, Syakroni pun langsung menyembelih hewan kurban. Lancar.

“Mulai kecil senengnya angon wedus (memelihara kambing), jadi mulai ikut bantu-bantu menyembelih hewan kurban milik tetangga atau orang tua dan akhirnya bisa sampai sekarang,” ungkap Syakroni.

Saat berbincang dengan media ini, Syakroni sudah ‘menyelesaikan’ 4 ekor kambing.

Rehat sejenak menyembelih, Syakroni mengatakan, mulai belajar hingga menjadi tukang jagal dilakukan sejak lulus SD (Sekolah Dasar). Ia pun membeberkan kasus yang menjeratnya hingga jadi penghuni Rutan ini, karena tersangkut kasus narkoba. Iapun menyatakan tak ingin lagi berurusan dengan hukum.

“Kapok, gak enak sekali ditahan itu. Ketika saya bebas nanti, saya tak akan mengulangi perbuatan ini lagi,” katanya.

Kembali pada keahliannya, sebelum berurusan dengan hukum, dalam sehari bisa menyembelih hingga 14 ekor sapi. Tentu saja, ia sudah miliki pelanggan, yang ingin meminta jasa keahlian menyembelih.

Di sisi lain, Syakroni mulai ditahan tanggal 15 Mei 2016. Setelah mendapatkan remisi maupun pembebasan bersyarat, sehingga akan dinyatakan bebas pada tanggal 16 september 2018 mendatang.
“Sudah gak sabaran ketemu keluarga dan bergelut lagi dengan dunia ternak, karena saya ingin jadi peternak plus tukang jagal yang baik,” imbuhnya dengan raut sumringah.

Sementara itu, Wahyu Indarto selaku Kepala Rutan Kelas II B Bangil mengatakan, adanya Syakroni sangat membantu dalam hal penyembelihan hewan kurban. Terlebih ketika Hari Raya Idul Ada tiba, pihaknya mengalami kesulitan dalam mencari tukang jagal yang siap pada waktu yang ditentukan.

“Biasanya kan tukang jagal itu gak bisa lama-lama, karena harus menyembelih dari satu tempat ke tempat yang lain. Nah, mumpung ada Syakroni yang memang aslinya tukang jagal, maka kita minta bantuan untuk memotong hewan qurban yang ada di tempat kami,” ucap Wahyu.

Ditambahkannya, seluruh hewan kurban yang disembelih berasal dari urunan (swadaya) dari seluruh petugas Rutan Bangil serta bantuan dari Pemkab Pasuruan, Kejaksaan, Pengadilan maupun Polres Pasuruan.

“Kalau untuk sapi, semua petugas struktural kita ajak untuk sama-sama bershodaqoh, tapi yang 13 ekor kambing dapat bantuan dan beberapa juga dari petugas Rutan,” terang Wahyu. (mil/ono)