Cabai Luar Daerah Serbu Pasar Probolinggo

846
Sejumlah petani, memetik cabai panenannya.

Probolinggo (wartabromo.com) – Sepekan terakhir, harga cabai di tingkat petani Kabupaten Probolinggo terus menurun. Harga turun disinyalir adanya cabai dari luar, masuk ke pasaran.

Menurut Maryadi (36), warga Desa Randutatah, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, saat ini, harga cabai rawit di tingkat petani di bawah Rp 7 ribu per kg. Padahal sepekan lalu, harganya masih di kisaran Rp 10 ribu. Artinya, dalam sepekan turun sebanyak 3 ribu rupiah per kg.

“Turun terus, nggak ngerti kenapa itu terjadi, mau dapat untung dari mana coba kalau harga segitu,” tuturnya.

Tak hanya cabai rawit, cabai besar juga alami penurunan. harga lombok besar, berada di kisaran Rp 2 ribu hingga Rp 3 ribu per kilogram. Dengan harga saat ini, tentu sangat merugikan petani karena tidak sesuai dengan biaya produksi.

Baca Juga :   Emak-Emak Adu Bakat dalam Festival Seni Kolaborasi Musik Tradisional

“Rugi, karena harganya anjlok dan tidak bisa menutupi biaya perawatan,” ujarnya kemudian.

Menurut Ismail (32), salah satu pengepul lombok asal Desa/Kecamatan Krejengan, kondisi itu disebabkan oleh masuknya komoditi dari daerah lain. Saat ini, menurut Ismail, cabai Banyuwangi, Jember, Lumajang dan Bojonegoro masuk ke pasaran Probolinggo.

Kondisi itu, diungkapkan memperngaruhi dan mengganggu harga cabai milik petani Probolinggo.

“Sebelumnya hanya dari Banyuwangi, tapi sekarang dari berbagai daerah masuk kesini. Kalo terus-terusan seperti ini, gak hanya petani yang rugi, penjual pun juga rugi. Bisa-bisa pedagang gulung tikar karena tidak bisa bersaing,” ujarnya.

Petani dan pedagang berharap pemerintah melalukan proteksi terhadap komoditi lokal. Sehingga harga tidak anjlok dan merugikan bagi petani dan pelaku usaha. (cho/saw)