Mahasiswa KKNT Kelompok 2 Universitas Yudharta Launching Program Wirausaha

1501

Nguling (wartabromo.com) – Mahasiswa KKN Kemaritiman Kelompok 2 Universitas Yudharta Pasuruan meluncurkan program IWAK (Inkubator Wirausaha Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah) di Balai Desa Mlaten, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Rabu (29/8/2018). Program ini diharapkan dapat membantu mengembangkan usaha hingga mengangkat perekonomian warga setempat.

Sebanyak 23 mahasiswa dari Universitas Yudharta Pasuruan, mengikuti Kuliah Kerja Nyata Kemaritiman (KKNT) yang bertempat di Desa Mlaten, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan.

Adi Suryawan, Ketua KKN 02 mengungkapkan, ada 4 pelayanan dalam program iwak ini. Diantaranya info bisnis dan layanan konseling bagi calon maupun pelaku UMKM, pendidikan, pelatihan dan pendampingan UMKM.

” Program ini juga membantu pengembangan usaha dan bisnis dalam bidang pemasaran, produk agar lebih luas, serta membantu proses perizinan seperti P-IRT,” terang Adi.

Baca Juga :   Keindahan Hotel di Labuan Bajo

Sementara itu, Imron Mas’ud, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) kelompok 2 mengatakan, para peserta KKNT sebelumnya melakukan penelitian dalam pengelolahan hasil laut dari desa Mlaten. Hasil dari penelitian itu nantinya akan dijadikan bahan untuk program pengembangan desa.

“Peserta KKN hanya memberikan fasilitas kepada masyarakat sesuai program IWAK tersebut, sekaligus untuk tempat pembelajaran bagi para mahasiswa – mahasiswi di Desa Mlaten ini,” ujarnya.

Ditambahkan, hasil laut yang dikelola yakni berupa ikan medai. Warga sebelumnya sudah mengelola ikan ini, namun hanya sebatas menjadi ikan asin saja.

“Sebelumnya hanya menjadi ikan asin, namun sekarang ikan medai diolah lagi menjadi ikan kresek manis berkat teman-teman KKNT,” tambah Imron.

Baca Juga :   BPBD Probolinggo Petakan Jalur Evakuasi Bromo

Ada beberapa varian rasa baru yang berhasil dikembangkan oleh peserta KKNT dan warga setempat. Diantaranya rasa manis, asam dan pedas.

Bunardi, Camat Nguling mengaku sangat senang dengan olahan baru ini. Hal ini karena olahan ikan kresek manis dapat mengangkat perekonomian salah satu desanya.
“Alhamdulillah, saya senang sekali dengan kedatangan para mahasiswa yang telah mengubah olahan sederhana menjadi olahan yang bernilai jual tinggi,” ungkap Bunardi.
Launching ini sekaligus sebagai wadah untuk penandatanganan kerjasama antara LPPM (Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat) Universitas Yudharta Pasuruan dan Kepala Desa Mlaten.
Rangakaian acara penutupan ini pun dihadiri oleh berbagai perangkat desa, Kecamatan dan sekaligus dimeriahkan oleh penampilan pencak silat dari Mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan. (**/**)