Gara-gara Kebakaran, Wisatawan Kecele Tak Bisa Nikmati Bromo

2773
Sejumlah wisatawan di tengah lautan pasir yang merasa kecele, tak bisa menikmati alam Bromo secara utuh, lantaran ada peristiwa kebakaran hutan dan lahan.

Probolinggo (wartabromo.com) – Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tak menutup kunjungan wisata ke Gunung Bromo, sehingga sejumlah wisatawan pun kecele. Karuan saja, keinginan untuk menikmati panorama bukit Teletubies dan Savana musnah, pasca terbakar.

Sejumlah wisatawan yang ditemui wartabromo.com pada Minggu (2/8/2018), rata-rata mengaku tidak tahu jika kawasan wisata alam, terutama di bukit Teletubies atau Gunung Watangan serta Savana terbakar.

“Sayang sekali keinginan kami untuk berwisata gagal total. Gak bisa foto-foto dengan latar keindahan bukit Teletubies. Rumput hijau sudah berubah menjadi ladang abu,” tutur Salma, pengunjung asal Surabaya.

Perasaan yang sama juga diungkapkan oleh Andika, wisatawan lokal. Dikatakan, ia masuk lewat pintu tiket Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura. Dan untuk menuju destinasi itu, butuh perjuangan keras. Terutama bagi yang menggunakan sepeda motor, melintasi lautan pasir berjarak 5 kilometer, bisa saja menjebak roda. “Kecewa. Sampai di sini sudah kayak ini. Sekarang tak tampak lagi rumput dan ilalang yang menjadi daya tarik disini,” kata pria asal Kota Probolinggo tersebut.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengelolaan Wisata Wilayah 1 TNBTS, Sarmin, menuturkan pihaknya memang tidak menutup kunjungan ke Bromo. Meski begitu, pihaknya menyiagakan petugas, agar memantau situasi agar tidak terjadi kecelakaan bagi pengunjung.

“Kalau kemarin hingga tadi pagi, kami memang menutup pintu tiket dari Jemplang. Sebab, selain kabut dan asap, dikhawatirkan wisatawan terjebak api loncatan dari kobaran yang terjadi. Alhamdulillah, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa,” ujar Sarmin.

Hingga saat ini, petugas masih berjuang keras untuk memadamkan api. Setidaknya ada sekitar 50 hektar lahan yang terbakar sejak Sabtu kemarin. (cho/saw)