Kesadaran Pemberian ASI Ekslusif di Kota Pasuruan Dinilai Cukup Tinggi

1537
Sumber grafis: Pusat data dan informasi Kemenkes RI.

Pasuruan (wartabromo.com) – Pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif di Kota Pasuruan, cukup tinggi. Kesadaran pentingnya ASI untuk perkembangan anak-anaknya, boleh dibilang telah mulai tumbuh.

Hal itu dapat dilihat dari data, terangkum dalam Laporan Tahunan Program Perbaikan Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan tahun 2018.

“Untuk ASI, Alhamdulillah, orang Pasuruan sangat peduli akan pentingnya ASI bagi bayi,” kata Siti Rodhiyah, Pengelola Program Gizi pada Dinkes Kota Pasuruan, yang ditemui Senin (10/9/2018).

Menurutnya, para ibu-ibu yang memiliki bayi, sudah mulai banyak menyadari akan pentingnya pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan.

Ia juga menjelaskan, sejak Januari hingga Juni 2018, sebanyak 641 bayi telah menerima ASI Eksklusif.
Data tersebut diambil dari 8 puskesmas, yang tersebar di 4 Kecamatan.

Ia melanjutkan, pemberian ASI Eksklusif pada bayi selama 6 bulan, termasuk salah satu cara memperkuat antibodi bayi, lebih-lebih dikaitkan dengan upaya pencegahan stunting.

Sebagaimana diketahui, stunting merupakan kondisi dimana bayi/balita memiliki tinggi yang tidak sesuai dengan anak-anak lain seusianya. Diungkapkan juga, “teror” stunting selama kurun dua tahun terakhir ini, coba diantisipasi pemerintah, salah satunya dengan penyadaran peningkatan gizi ibu dan pemberian ASI eksklusif.

“Stunting itu bukan kayak penyakit yang langsung bisa diobati,” jelas Rodhiyah.

Baca juga: Apa itu Stunting?

Sebelumnya, Rodhiyah juga menyebutkan jika angka melek ASI oleh para ibu diperoleh ketika Puskesmas memberikan treatment kepada warga. Pendekatan itu, berupa dibentuknya Kelompok Pendukung ASI yang biasa disingkat KP ASI.

“Gak cuma informasi tentang ASI dan bagaimana menyusui, tapi ibu-ibunya diberikan informasi tentang gizi hingga PMBA (pemberian makan balita dan anak),” terangnya. (trl/ono)