Mulai Skilot hingga Batok, Ini Permainan Rakyat khas Pesisir Utara

1291
Pertunjukan permainan rakyat di Festival Kesenian Pesisir Utara, Sabtu (22/9/2018). (Foto : Akhmad Romadoni)

Pandaan (wartabromo.com) –  Pagelaran Permainan Rakyat di Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) telah dimulai pada Sabtu (22/9/2018) pagi. 6 Penampilan dari 14 daerah sudah tampil pada hari ini.

6 penampilan tersebut berasal dari Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Tuban.

Tuan rumah FKPU 2018 menampilkan konsep dan sejarah permainan yang sangat tradisional yakni, cerita permainan Skilot Pasuruan. Skilot bercerita mengenai orang yang mencari udang dan kerang dengan memakai papan untuk berselancar. Terinspirasi oleh masyarakat Lekok yang menggunakan papan untuk bermain ski di lumpur skilot. Permainan ini biasanya dilombakan 1 minggu setelah lebaran, atau hari raya kupat.

Sementara itu, Kabupaten Situbondo menampilkan permainan bernama Tok gethok Nete Betok. Ceritanya, mengenai kebiasaan anak bermain batok kelapa yang dibentur-benturkan atau ditepuk dengan batok yang lain. Permainan ini dilakukan ditepi pantai, sembari menunggu nelayan mencari ikan.

Permainan rakyat itu terlihat begitu menarik dan menyenangkan karena sangat menarik, karena dipadu padankan dengan tarian-tarian khas daerah masing-masing.

“Menarik, dengan permainan khas daerah dipadukan dengan tarian,” kata Heny, penonton.

Bukan hanya 2 daerah tersebut namun, keempat daerah lain juga memiliki berbagai macam permainan rakyat yang khas, dan dikemas dengan begitu apik.

Pagelaran permainan rakyat tersebut rencananya akan dilanjutkan pada hari terakhir FKPU 2018, pukul 15.00 WIB. 8 peserta dari kabupaten/kota yang belum tampil, akan unjuk kebolehan di hari terakhir itu.

Diketahui, acara Festival ini sudah dibuka sejak Jum’at (21/9/2018) malam dan akan ditutup pada Minggu (23/9/2018). 14 peserta perwakilan Kota dan Kabupaten di seluruh wilayah Jawa Timur ramaikan event tahunan ini. (trd/**)