Pemuda Triwung ini Kebagian Rp 1 Juta untuk Tiap Motor yang Dibegal

2224
Syaiful acungkan jempol, seakan menyatakan baik-baik saja meski telah menjadi bulan-bulanan massa di sekitar Jalanraya Rejoso.

Pasuruan (wartabromo.com) – Seorang pemuda diduga begal motor, selamat setelah jadi bulan-bulanan warga di jalan raya Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Bersama kawanannya, ia telah menyasar di 12 titik dan mendapat bagian Rp 1 juta, untuk tiap motor yang dibegalnya.

Aksi kriminal jalanan Syaiful, pemuda asal Triwung, Grati, Kabupaten Pasuruan itu, diakui cukup meresahkan. Selama ini, Syaiful dikenal sadis saat merebut paksa motor, karena tak segan melukai korbannya.

Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Slamet Santoso mengungkapkan, setidaknya 12 kali, Syaiful melakukan aksi pembegalan. Hampir keseluruhan aksi begalnya dilakukan di seputar jalur Pantura, termasuk wilayah Kota dan Kabupaten Pasuruan.

Saat berada di Mapolres Pasuruan Kota kemarin, Syaiful tidak menjelaskan secara rinci jumlah maupun bagaimana cara aksi begal dilakukannya. Diungkap kemudian, sebagai eksekutor ia mendapatkan bagian Rp 1 juta dari kawan, untuk tiap motor yang telah diambil dari korbannya.

“Memang banyak (aksi pembegalan). Saya, terus dikasih Rp 1 juta,” kata Syaiful.

Namun, pemuda penuh tato ini mengaku tak mengetahui uang itu darimana, karena ia langsung menyerahkan motor hasil membegal ke temannya, yang diketahui berinisial W itu. Soal motor begalan “dilempar” kemana dan siapa, Syaiful hanya bisa menggeleng dan tak memberikan jawaban.

“Pokoknya saya dapat Rp 1 juta. Kalau berapa (harga motor) dan dimana kawan saya menjualnya, saya nggak tahu,” akunya.

Polisi masih melakukan pendalaman, selain mengejar pelaku lain, untuk dapat membongkar kawanan begal Syaiful ini.

Sementara, beberapa sumber di kepolisian menyebutkan, Syaiful pada Senin (24/9/2018) pagi ini, diserahkan ke Polsek Rejoso untuk menjalani proses hukum. Itu karena, kasus terakhir yang dilakukannya terjadi di wilayah Rejoso.

Diwartakan sebelumnya, Syaiful lolos dari maut meski dihajar massa, setelah tepergok melakukan aksi begal di seputar jalanan wilayah Rejoso, Sabtu (22/9/2018) malam. Waktu itu, ia diamankan polisi dalam kondisi tak sadarkan diri, hingga tim medis dan polisi menemukan “sikep” dalam sabuk, ketika mencoba merawatnya di UGD RS Sudarsono Kota Pasuruan. (ono/ono)