“Katup Gadis” Juara Inovasi Teknologi Award Provinsi Jatim

1345
Kelompok Kalibuntu Sejahtera memamerkan Katup Gadis (Buka Tutup, Garam Jadi Super) di sebuah tambak garam Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Sistem ini menjadi juara I Inovasi Teknologi Award Provinsi Jatim tahun 2018.

Probolinggo (wartabromo.com) – Katup Gadis (Buka Tutup, Garam Jadi Super) asal Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, menjadi juara I Inovasi Teknologi Award Provinsi Jatim tahun 2018. Inovasi itu merupakan sebuah sistem buka tutup (On-Off System) dalam Rumah Produksi Garam (RPG) yang dikembangkan petambak garam.

“Katup Gadis ini menjadi juara di kategori inovasi teknologi bidang agribisnis. Berkat dorongan motivasi dari Ibu Bupati (Tantriana Sari), kelompok Pugar (pengembangan usaha tambak garam rakyat) atas nama Suparyono, juara 1 Provinsi Jatim,” kata Kabag Humas, Protokol dan Rumah Tangga Setda Kabupaten Probolinggo, Bambang Julius Widjanarko, Rabu (10/3/2018).

Ketua Kelompok Petambak Garam Kalibuntu Sejahtera, Suparyono mengatakan, sistem Katup Gadis beroperasi dengan cara memanfaatkan terpal plastik. Dijelaskannya, lahan tambak garam dilapisi dengan terpal untuk bagian bawahnya, kemudian di atasnya diberi penyangga, sebagai tempat terpal lain, menutup lahan di bawahnya.

“Jadi kalau lagi terik, terpal yang diatas dibuka. Tetapi jika hujan datang, maka terpal itu digunakan sebagai penutup garam, yang masih dalam hamparan. Ya, meski musim hujan, kami tetap berpoduksi. Itulah nilai tambah dari inovasi ini,” kata Suparyono.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo, Dedy Isfandi menjelaskan, embrio penggunaan Katup Gadis ini telah dimulai sejak 2016 lalu lewat sejumlah pelatihan. Setahun berikutnya, mulai melakukan uji coba dan hasilnya cukup bagus. Sehingga kemudian di awal tahun 2018, diterapkan oleh Kelompok Petambak Garam Kalibuntu Sejahtera.

Inovasi ini melindungi tambak garam dari hujan, yang dapat turun sewaktu-waktu dan merusak tambak. Saat hujan turun, tambak akan ditutup. Kemudian setelah hujan reda, tutup kembali dibuka. Dengan demikian, garam bisa terlindungi dari hujan. “Kalau sudah kena hujan, tambak garam jadi rusak semua,” ujanya.

Inovasi ini sangat aplikatif, karena tidak memerlukan biaya besar dan bersifat adaptif. Rencananya inovasi teknologi Katup Gadis ini, akan diterapkan ke seluruh kawasan tambak di Kabupaten Probolinggo. “Pelan-pelan, diterapkan ke sentra garam lainnya di Kabupaten Probolinggo,” pungkas pria kelahiran Jakarta ini. (cho/saw)