Jadi Korban Tabrak Lari, Pemuda asal Gending Tewas

1373
Ilustrasi kecelakaan,

Probolinggo (wartabromo.com) – Seorang pemuda asal Gending menjadi korban tabrak lari sebuah kendaraan, Minggu (28/10/2018). Ia pun tewas seketika setelah kejadian tersebut.

Diketahui, remaja tersebut bernama Muhammad Zainul Hasan (18) warga Dusun Triwung, RT 4 RW 4, Desa Sumberkerang, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Ia meninggal di setelah sepeda motor matik yang dikendarainya dihantam sebuah kendaraan diJalan Ir. Sutami, Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo

Warga sekitar tempat kejadian rata-rata mengaku, tidak tahu kendaraan yang menabrak korban. Namun diduga, kendaraan tersebut berupa truk.

Akibat dihantam kendaraan dari arah berlawanan itu, sepeda motor yang dikendarai putra pasangan suami istri Juma’i dan Tholib, remuk tak berbentuk. Oleh warga dan petugas, korban langsung dilarikan ke kamar mayat RSUD dr. Muhammad Saleh.

Saat kecelakaan, Zainul tidak membawa identitas apapun. Warga pun sempat membagikan kecelakaan ini melalui sosial media, supaya keluarganya mengetahui.

Sulhan, kakak ipar korban mengaku, mengetahui adik iparnya kecelakaan setelah diberitahu putranya. Disebutkan, sekitar pukul 12.00 Sulhan yang tinggal di Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, didatangi anaknya di tempat kerjanya. Anaknya memberitahukan, kalau pak lek atau pamannya kecelakaan.

“Anak saya tahu dari medsos (FB). Saya langsung pulang. Kerja saya kan dekat rumah,” ujarnya.

Sulhan langsung meluncur ke TKP, namun suasana sudah sepi. Bahkan sepeda motor bernopol N 3499 RN, yang dikendarai adik iparnya sudah dibawa polisi. Pria yang kerja di pabrik tahu tersebut kemudian meluncur ke kamar mayat RSUD untuk memastikan kabar di medsos tersebut.

“Saya lihat ternyata benar. Adik saya yang kecelakaan dan meninggal. Kami lalu menghubungi mertua. Ini mertua saya ikut,” tandasnya.

Sulhan mengaku, sebelum kecelakaan, Zainul sekitar pukul 10 sambang ke rumahnya menemui kakak perempuannya yang juga istrinya. Hanya saja tidak bertemu dengan dirinya, lantaran tengah bekerja meski hari minggu.

“Biasa, korban sering ke rumah. Kan mbak korban istri saya. Ya, sambang kakaknya,” pungkasnya.

Jasad korban oleh keluarganya dibawa sekitar pukul 16.30 ke rumah duka untuk dimakamkan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan dari Satlantas Polres Probolinggo Kota terkait kasus tabrak lari ini.(fng/may)