Kotapasca, Impian Pegiat Literasi

753
Pasuruan sebenarnya memiliki potensi untuk mengembangkan geliat literasi.

Laporan : Ardiana Putri 

KOTAPASCA, boleh jadi belum terlalu akrab di telinga masyarakat umum. Namun, bagi yang sering berkunjung ke perpustakaan Kota Pasuruan, maupun beberapa komunitas yang biasa nongkrong di perpus kota, Kotapasca tak asing bagi mereka.

Benar saja, sebuah banner berukuran cukup besar terpampang di depan area perpus yang berlokasi di Sekargadung ini. Banner tersebut bertuliskan Kotapasca yang merupakan kepanjangan dari Komunitas Pasuruan Cinta Baca. Lengkap pula dengan penjelasan beragam kegiatan yang digeluti komunitas ini.

Deady Suryadilaga J, sang pencetus ide terbentuknya Kotapasca, mengaku terbesit keinginan membentuk sebuah komunitas berbasis literasi yang sudah lama ia idamkan.

“Pernah suatu hari, saya mengamati seorang murid SMP yang pinjam buku banyak sekali dari perpus. Secara birokrasi memang seharusnya tak diperkenankan, tapi saat itu saya perbolehkan,” tutur pustakawan Perpustakaan Kota Pasuruan ini. Usut punya usut, anak tersebut ternyata tergabung dalam sebuah komunitas membaca cepat.

Dari situlah ia beranggapan bahwa Pasuruan sebenarnya memiliki potensi untuk mengembangkan geliat literasi.

Awal Januari 2018, Deady bersama kawan-kawan sesama pegiat literasil lainnya, baru dapat merealisasikan membentuk sebuah komunitas pencinta literasi. Komunitas yang bertujuan untuk mewadahi para anggotanya dalam meningkatkan minat baca dan kepedulian terhadap dunia literasi khususnya di Kota Pasuruan ini, hingga kini telah memiliki beberapa agenda rutin.

Agenda-agenda mereka seperti bedah sastra, bedah film, belajar seluk beluk jurnalistik, hingga mengulik rumus-rumus matematika. Para komunitas yang tergabung dalam Kotapasca ini memang berasal dari beragam latar belakang. Seperti pelajar, mahasiswa, penulis, jurnalis, dan ibu rumah tangga.

Ya, salah seorang yang dapat dikatakan inspiratif ini salah satunya adalah seorang ibu rumah tangga. Yati namanya. Ia secara independen mendirikan sebuah rumah baca untuk menggerakkan budaya literasi di sekitar rumahnya. Karena visi yang sama, iapun kini bergabung dengan Kotapasca.

“Kotapasca kini tak hanya menjadi tempat kumpulnya para pegiat literasi. Seiring berjalannya waktu, Kotapasca juga mewadahi beberapa komunitas lainnya juga,” tutur PNS di Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Pasuruan ini.

Komunitas lain yang Deady maksud tersebut salah satunya, Angel Heaven Community. Para pelajar yang tergabung dalam komunitas ini berjuang dalam melawan pengaruh buruk narkoba, serta kenakalan remaja lainnya. Mereka juga seringkali latihan panahan di area perpustakaan Sekargadung, yang menjadi basis Kotapasca.

Orang-orang inspiratif yang tergabung dalam Kotapasca ini tak hanya bercita-cita mewujudkan Kota Pasuruan agar lebih akrab dengan literasi. Lebih dari itu, mereka ingin memantapkan sinergitas antar komunitas di Pasuruan. Dengan begitu, harapan mereka agar kota kecil ini bisa lebih ‘hidup’ dapat terwujud. (*)