Kejar-kejaran hingga Jeritan Siswa warnai Imunisasi Difteri di SMKN 1 Pasuruan

1463
Salah satu siswa SMKN 1 Pasuruan meringis ketika petugas memberikan imunisasi difteri, Selasa (6/11/2018). Foto: Akhmad Romadoni

Pasuruan (wartabromo.com) – Dinas Kesehatan Kota Pasuruan selenggarakan Imunisasi ORI (Outbreak Response Immunization) di SMKN 1 Pasuruan. Jeritan dan kejar-kejaran warnai jalannya imunisasi tahap ketiga imunisasi difteri ini.

Tampak petugas kesehatan dari Puskesmas Kandangsapi sejak pukul 07.30 WIB mulai berkeliling kelas di lingkungan SMKN 1 Pasuruan.

Tak semulus perkiraan, petugas harus rela kejar-kejaran dengan siswa yang mendapat giliran disuntik imunisasi. Ya, petugas terlihat kewalahan menghadapi siswa kelas XII ini. Setelah “berhasil menangkap”, justru yang keluar kali ini, berupa jeritan seakan menolak lengannya disuntik dalam imunisasi ORI tahap ketiga ini.

Seorang siswi SMKN 1 Pasuruan, menangis histeris, saat jarum suntik mengenai lengannya untuk imunisasi difteri, Selasa (6/11/2018). Foto: Akhmad Romadoni

Pengelola program imunisasi Puskesmas Kandangsapi, Verena pratiwi menyebutkan, banyak siswa yang takut menghadapi para petugas kesehatan.

“Kita ini kayak menakutkan, banyak yang rewel,” ujar Verena sambil tersenyum, Selasa (6/11/2018).

Menurut Verena, tak sedikit siswa yang memilih kabur atau bahkan tak masuk sekolah untuk menghindari imunisasi difteri. Padahal, pemberian imunisasi ini bertujuan untuk pencegahan penyakit difteri yang sudah masuk dalan kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).

Sekedar diketahui, tercatat 11 warga dinyatakan positif difteri pada tahun 2017, dan 1 warga diantaranya meninggal dunia.

Dalam pelaksanaannya, Dinkes bekerjasama dengan Puskesmas, Posyandu hingga sekolah dengan sasaran anak usia 1-19 tahun.

“Imunisasi ini kita menargetkan 95% ,” ungkap Hari Kuncoro, Kasie Imunisasi, ketika ditemui di ruang kerjanya.

Selanjutnya, Hari menyebutkan, target yang diharapkan bisa tercapai sebagaimana 2 tahap imunisasi yang telah dilakukan sebelumnya. Meski ia menyadari tak sedikit pula ada penolakan dari berbagai pihak perihal pemberian imunisasi difteri. (trl/ono)