Ini Cara yang Diandalkan untuk Antisipasi Bencana di Pasuruan

874
Direktur Pengurangan Risiko Bencana BNPB, Raditya Jati, menjelaskan pentingnya edukasi pengurangan risiko bencana banjir kepada masyarakat perwakilan desa tangguh bencana digelar di KUTT Suka Makmur Grati, Kabupaten Pasuruan, Rabu (7/11/2018).

Grati (wartabromo.com) – Mengantisipasi bencana berupa banjir dan tanah longsor di saat musim hujan, dibutuhkan berbagai kesiapan. Selain siagakan sarana peralatan, kesigapan warga juga diperlukan, sehingga risiko bencana dapat ditekan.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI, Evi Zainal Abidin, di hadapan perwakilan masyarakat desa tangguh bencana se-Kabupaten Pasuruan, saat sosialisasi penanggulangan banjir di KUTT Suka Makmur Grati, Rabu (7/11).

“Lebih baik mencegah dan ini upaya mitigasi bencana dan akan terpola dalam kesatuan program. Untuk mencegah dan mengantisipasi, harus melibatkan semua pihak,” tandas Evi.

Upaya pencegahan diperlukan, karena ia menganggap bencana tidak pernah pilih-pilih korban. Makanya, ditegaskannya masyarakat harus siap, sehingga risiko bencana bisa dikurangi.

Sekretaris BPPD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Pasuruan, Edy Supriyanto mengungkapkan, selama ini Pasuruan menjadi daerah langganan banjir. Adanya 7 daerah aliran sungai (DAS) hingga kondisi kerusakan lingkungan di hulu sungai menjadi faktor penyebab bencana.

“Di sisi yang lain, untuk mengantisipasi bencana ini tenaga kami juga hanya ada 11 orang saja,” ungkap Edy.

Itulah kemudian, Edy mengatakan tetap mengoptimalkan relawan yang ada. Terutama masyarakat yang terdampak dan dikoordinasi dalam desa tangguh bencana.

Sementara, Direktur Pengurangan Risiko Bencana BNPB, Raditya Jati menyampaikan, bahwa pengurangan resiko bencana menitikberatkan pada upaya pencegahan.

“Target utama kurangi korban jiwa, kurangi wilayah terdampak, kurangi kerugian sosial ekonomi dan kurangi kerusakan infrastruktur. Caranya harus melibatkan masyarakat langsung. Terutama dengan memberikan edukasi kepada warga sekitar yang berdampak bencana,” tandas Raditya. (hrj/ono)