Kasus TBC di Kota Pasuruan Alami Tren Peningkatan

996

Pasuruan – (wartabromo.com) – Kota Pasuruan menangani 424 kasus Tuberkulosi (TBC) sepanjang Januari hingga September 2018. Jumlah ini mengalami peningkatan tren jika dibandingkan tahun 2017 lalu.

Harry P, Pengelola Program Penyakit  Menular Pasuruan, mengungkapkan, pada periode yang sama, sepanjang Januari hingga September 2017, Kota Pasuruan telah menangani 389 kasus TBC.

“Jumlah itu dari 500 kasus yang kami tangani selama satu tahun, selama 2017,” ujar Harry, Selasa (20/11/2018).

Harry menuturkan, adanya peningkatan tren ini diharapkan  bisa menekan angka TBC selama 4 tahun kedepan, karena sudah terdeteksi dini. Pemberian obat sesuai standar dan konsumsi obat secara rutin sesuai anjuran dokter, juga dapat memberikan dampak positif pada jangka panjang.

Baca Juga :   8 Mobil Mewah Dimas Kanjeng 'Digiring' ke Polda

Sebaliknya, jika peningkatan tren ini tak diimbangi dengan pemberian obat sesuai standar, akan menjadi bumerang bagi para petugas Kesehatan.

“Nantinya akan malah meningkatkan kasus MDR, atau kebal obat,” imbuhnya.

Dijelaskan kemudian, 500 kasus di tahun 2017 lalu, yang ditangani di Kota Pasuruan, 64 kasus diderita anak-anak berusia dibawah 15 tahun, Multi Drug Resistant (MDR) sebanyak 6 kasus, dan kasus meninggal sebanyak 18.

Sedangkan pada tahun 2018, per bulan September, 424 kasus yang ditangani di Kota Pasuruan, 71 kasus diderita anak-anak dibawah usia 15 tahun, 6 kasus Multi Drug Resistant (MDR), dan kasus meninggal ada 3 orang.

Kasus MDR  yang ditemukan Dinkes, 4 kasus sudah menjalani pengobatan, dan 2 lainnya masih dalam proses menentukan pengobatan. (trl/may)