Hujan Deras Guyur Lereng Bromo, Jembatan Penghubung Dua Desa Tersapu Banjir

1911

Probolinggo (wartabromo.com) – Hujan deras mengguyur kawasan lereng Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo. Akibatnya, salah satu jembatan penghubung dua desa, putus tersapu banjir.

Berdasarkan informasi, jembatan penghubung itu hanya terbuat dari bambu. Jembatan terbentang sepanjang 50 meter, menghubungkan Desa Menyono, Kecamatan Kuripan dengan Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo.

“Kejadiannya begitu cepat, air datang dengan debit besar dan menghanyutkan jembatan penghubung itu,” kata Sutrisno, salah seorang warga, Kamis (29/11/2018) siang.

Saat lahar dingin menerjang jembatan, hujan yang mengguyur tak begitu deras. Namun di kawasan Gunung Bromo, hujan lebat sudah mengguyur sejak Rabu (28/11/2018) pukul 13.00 siang hingga sore.

Akibatnya, akses antara dua desa dan dua kecamatan ini tersendat. Warga harus memutar sejauh 15 hingga 20 kilometer untuk bisa mencapai desa seberang. Sejatinya, akses tersebut tidak putus total. Sebab yang runtuh tersapu lahar hujan adalah jembatan penghubung sementara. Di samping jembatan tersebut, ada jembatan permanen dari beton yang sedang dibangun. Jembatan yang ambruk ini pun tidak akan dibangun kembali.

Menurut informasi, progres jembatan baru dari beton itu sudah mencapai 90 persen. Atau bisa dibilang, jembatan bernilai miliaran rupiah itu sudah proses finishing. Pengecoran jembatan sudah rampung pada kemarin siang. Diperkirakan, dalam dua atau tiga hari kedepan sudah bisa dilalui sepeda motor dan sepeda pancal.

Sementara untuk mobil, masih harus memutar lewat jalan alternatif. Sesuai dengan aturan, jembatan ini baru bisa dilalui setelah 20 hari pasca pengecoran atau akhir tahun 2018. (lai/may)