Perempuan di Pohgading Dibunuh, Setelah 3 Hari Dibuntuti Pelaku

1912

Pasrepan (wartabromo.com) – Husnia (40), korban pembunuhan oleh mantan suami, sebelumnya dihantui rasa ketakutan. Pasalnya, sang mantan bernama Mat (45) itu, sempat mengancam bakal menghabisi nyawanya bila tetap menolak ajakan rujuk.

Tragedi pembunuhan Husnia, warga Dusun Winong, Desa Pohgading, menyisakan banyak cerita menakutkan.

Abdul Muthalib (27), keponakan Husnia menyakini, Mat merupakan pembunuh Husnia, pada Rabu petang kemarin, ketika hendak pulang dari tempatnya bekerja.

Pria yang biasa dipanggil Thalib ini mengungkapkan, Mat selalu membuntuti Husnia, sejak ada keinginan rujuk dan membina hubungan rumah tangga kembali.

Diketahui, Mat dan Husnia sempat hidup bersama sebagai pasangan suami istri dengan status siri. Namun, mereka memutuskan bercerai sejak dua bulan lalu.

Baca Juga :   Jambore Hari Santri, Ciptakan Generasi Santri Tanggap Bencana

Dilanjutkan oleh Thalib, perasaan was-was dan takut itu sempat disampaikan Husnia kepadanya. Dalam curhatannya, Husnia mengatakan, Mat kerap membuat ketakutan, karena tiba-tiba mencegatnya di pinggir jalan, hanya untuk mengajak rujuk.

Setidaknya selama tiga hari berturut-turut aksi kuntit oleh Mat, warga Rejossalam, Kecamatan Pasrepan itu dilakukan, sampai kemudian berujung peristiwa nahas Rabu petang itu. Husnia tewas terluka seperti terkena ledakan benda mirip bondet (bom ikan) pada bagian wajah dan kepalanya.

“Selalu ditunggu di pinggir jalan saat pulang kerja, ngotot mau ngajak rujuk,” ungkap Thalib saat menceritakan kembali apa yang disampaikan Husnia.

Saat ditemui di rumah duka, keponakan Husnia ini juga menyampaikan cekcok yang dilakukan mantan suami istri ini bahkan membuat seluruh keluarganya terancam.

Baca Juga :   Bandar dan Kurir Sabu Dibekuk Polres Probolinggo

“Dia (Husnia) sempat menyampaikan kepada keluarga jika ia tak mau rujuk, maka seluruh anggota keluarga akan dihabisi satu persatu (oleh Mat),” ungkapnya.

Sementara itu, suasana haru masih menyelimuti saat wartabromo.com berada di rumah duka, sekitar pukul 11.00 WIB, Kamis (29/11/2018). Para kerabat datang untuk bertakziah dan mengantar jenazah menuju peristirahatan terakhir.

Menurut Thalib, pelaku memang seringkali membuat onar di rumah istrinya tersebut. Mat juga tak segan memukul sang mantan istri.

“Sekitar 5 bulan yang lalu bahkan pernah terjadi cekcok dahsyat. Malah membawa senjata tajam ke rumah ini, mengancam akan membunuh Husnia,” ujarnya.

Husnia yang sehari-hari bekerja di pabrik pengolah sampah yang tak jauh dari rumahnya ini, meninggalkan dua orang anak dan dua cucu.

Baca Juga :   Tak Terkait Gunung Agung, Status Waspada Bromo Sudah Setahun Lalu

“Husnia dikenal baik dan ramah di kalangan sini,” tutupnya. (trp/ono)