Hindari Korban, Pemkab Probolinggo Pacu Imunisasi Difteri

886
Imunisasi difteri di sebuah sekolah dasar di Kabupaten Probolinggo.

Probolinggo (wartabromo.com) – Difteri menjadi momok menakutkan di Kabupaten Probolinggo. Menyadari tingginya kasus difteri, Dinas Kesehatan (Dinkes) Probolinggo mendorong warga tak alergi imunisasi.

Dari data Dinkes Kabupaten Probolinggo pada 2017, ada 13 kasus difteri. Dari jumlah itu, 3 kasus diantaranya mengakibatkan penderita meninggal dunia. Sementara pada 2018 ini, tercatat ada 10 kasus suspect difteri. Beruntung, tidak ada kasus yang mengakibatkan penderita meninggal dunia.

“Kasus difteri di tahun ini trennya cenderung menurun. Meski demikian, kami terus berupaya agar Kabupaten Probolinggo nol difteri. Yakni dengan upaya pencegahan terjadinya kasus difteri melalui program imunisasi, menyebar di 24 kecamatan,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Proboilnggo, Shodiq Tjahjono, Minggu (9/12/2018).

Baca Juga :   Mudik Lebaran, Polisi Arahkan Kendaraan ke Dalam Kota

Ia menjelaskan, pogram imunisasi amat membantu masyarakat dari ancaman difteri. Oleh karenanya, ia menghimbau agar masyarakat pro-aktif jika ada imunisasi, terutama untuk anak-anak. Karena itu satu-satunya mencegah terjadinya penyebaran kasus difteri. Jika tidak, virus difteri akan lebih mudah menyerang anak-anak yang tidak pernah diimunisasi.