Duh, Alun-alun Kraksaan Jadi Ajang Mesum

1983

Probolinggo (wartabromo.com) – Alun-alun Kraksaan sering dijadikan ajang mesum oleh para muda mudi. Kondisi ruang terbuka hijau (RTH) itu, jadi sorotan karena berdekatan dengan Kantor Pemkab Probolinggo dan Masjid Agung Ar-Raudah.

Berada di tengah pusat kota, tak menjamin Alun-alun Kraksaan bebas dari perbuatan maksiat. Padahal, Alun-alun ini dikelilingi berbagai kantor pemerintah, seperti Kantor Bupati Probolinggo, di sisi selatan; kantor Camat Kraksaan, di sisi timur; Islamic Center, Rumah singgah bupati, dan Satpol PP, di sisi utara; serta masjid agung Ar-Raudah, di sisi barat.

Bagaimana tidak, kursi yang biasa dibuat tempat untuk menghilangkan rasa lelah, kerapkali disalah gunakan oleh para muda-mudi. Utamanya kursi sebelah timur sisi utara yang cukup rindang karena dipenuhi bunga. Tempat ini kerap dijadikan para muda memadu kasih dan berbuat tidak senonoh.

“Bukan hanya sekali saja, ini sudah kesekian kalinya. Malah yang sering ditemukan itu ketika siang hari. Biasanya berlindung pada rindangnya daun-daun tanaman bunga yang menjalar,” kata Murtadho, pemilik warung kopi di sebelah timur Alun-alun, Senin (10/12/2018).

Pria keturunan Arab itu, sangat menyayangkan kelakuan para muda-mudi yang menyalah gunakan tempat tersebut. Sebab, Alun-alun Kraksaan merupakan RTH yang digunakan warga untuk refreshing. Kebanyakan dari mereka acuh tak acuh dengan keramaian pengunjung Alun-alun maupun pengguna jalan.

“Meskipun di warung saya banyak orang yang ngopi, namun mereka seperti acuh-acuh saja. Kalau malam sih mending, lah ini keseringan siang hari. Harus diperhatikan oleh pemerintah agar mereka tidak tambah rusak,” kata Tado.

Keluhan serupa juga dilontarkan oleh Ridwan, warga Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan. Ia berharap pihak terkait lebih memperhatikan suasana Alun-alun Kraksaan ini, agar jauh dari kenakalan para remaja. Sebab, meski sudah sering kali dirazia oleh Satpol PP, nyatanya hal itu tak menciutkan mereka untuk berbuat mesum.

“Meskipun sudah sering tertangkap basah oleh Satpol PP di sini, bahkan tak hanya sekali diberitakan tapi itu tidak mempan. Artinya, perlu perhatian ekstra dari pemerintah. Misalnya dengan memangkas tanaman atau memasang lampu penerangan,” kata Ridwan. (cho/saw)