Bahas Bencana, Bakorwil V Ajak Pemkab Probolinggo – Jember Duduk Bersama

1093

Probolinggo (wartabromo.com) – Dua bencana alam terjadi di lereng Pegunungan Hyang atau Argopuro, hanya dalam sepekan. Bakorwil V Provinsi Jawa Timur di Jember pun mengundang Pemkab Probolinggo dan Jember untuk duduk bersama mencari solusi penanganan bencana itu.

Dalam sepekan terjadi bencana alam, pertama banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, pada Senin (10/12/2018). Tiris. Ada 66 rumah rusak, 566 KK terisolir dan 2 warga Desa Andung Biru meninggal dunia. Serta sejumlah infrastruktur rusak akibat bencana alam itu.

Kemudian pada Sabtu (15/12/2018) tanah longsor juga terjadi di Desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember. Ada 4 rumah warga tertimbun tanah longsor. Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Kedua peristiwa alam itu, diduga disebabkan oleh kerusakan hutan di sekitar Gunung Gambir, Jember. Dimana, terjadi penebangan secara besar-besaran sejak 2 tahun lalu. Lahan itu kemudian berubah fungsi sebagai ladang dengan tanaman palawija.

Kepada wartabromo.com, Kepala Bakorwil V Provinsi Jawa Timur di Jember, Tjahjo Widodo, mengaku sudah berkomunikasi dengan pimpinan kedua wilayah tersebut. Tak hanya itu, pihaknya juga mengundang semua instansi yang berkaitan dengan kawasan itu. Yakni untuk berkoordinasi dengan untuk mencari penyebab banjir dan solusinya.

Rencananya, para pemangku kebijakan itu akan diundang dalam sebuah forum pada Kamis (20/12/2018). Tempatnya di kantor Bakorwil V Provinsi Jawa Timur di Jember, jalan Kalimantan 42 Jember.

“Akan kita rapat koordinasikan dengan semua Intansi yang terkait untuk mencari solusi dan merumuskan langkah-langkah supaya tidak terjadi lagi dan penanggulangan dan pencegahannya,” pria yang pernah menjabat sebagai Penjabat (Pj) Bupati Probolinggo ini, melalui pesan WhatsApp, Senin (17/12/2018).

Saat meninjau lokasi bencana beberapa waktu lalu, Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari menyebutkan, alih fungsi hitan di wilayah Jember menjadi salah satu penyebab.

“Dari laporan yang masuk, ada alih fungsi di hutan di wilayah Kabupaten Jember. Pemkab Probolinggo akan kroscek dan komunikasi dengan Jember. Supaya bisa mencari solusi bersama atas permasalahan ini,” katanya. (saw/saw)