Warga Candiwates Berharap Saluran Air Kuno Jadi Obyek Wisata Baru

1916

Prigen (wartabromo.com) – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur melakukan ekskavasi untuk telaah, menyusul temuan saluran air kuno di Candiwates, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Warga pun mendukung hingga memiliki impian, lokasi temuan dapat menjadi sarana wisata cagar budaya baru.

BPCB dalam beberapa waktu terakhir fokus melakukan penelitian di seputar lokasi temuan susunan batu bata, yang sempat gegerkan warga, karena dikira bangunan candi.

BPCB selanjutnya melakukan ekskavasi selain melakukan survei permukaan sampai mencoba menyempurnakan dengan survei lingkungan. Tentu saja, pengumpulan keterangan sejumlah warga, tetap dibutuhkan, sehingga tahapan dan proses penelitian itu telah dapat menyimpulkan, jika susunan bata itu merupakan saluran air kuno. Meski demikian, tidak diketahui secara persis, saluran air itu, apakah bagian dari petirtaan atau sistem irigasi.

Baca Juga :   Libur Kayak PNS, Pendapatan Sopir Truk Jalur Malang Anjlok

Melalui Kepala Desa Candiwates, Ahmad Irfan, warga sepenuhnya mendukung upaya, yang dilakukan BPCB. Bahkan, bentuk dukungan ditunjukkan dengan turut mengamankan area temuan saluran air kuno, sehingga benda-benda cagar budaya, yang diperkirakan dibangun semasa kerajaan Majapahit itu, terjaga.

Salah satu semangat warga sampai kemudian mendukung kegiatan eskavasi itu, lebih karena keinginan ada perbaikan pada temuan struktur bata berupa saluran air termasuk cagar budaya itu, dapat menjadi obyek wisata baru.

“Berharap bisa diperbaiki (dipugar) sehingga bisa jadi aset wisata. Warga juga akan membantu menjaga batu-batu selama proses eskavasi agar tak hilang atau tercecer,” ujar Irfan, Sabtu (22/12/2018).

Seperti diberitakan, tumpukan batu bata ditemukan Prawoto (50) saat mengolah tanah untuk tanamannya, Senin (20/8/2018). Saat itu mata cangkulnya mengenai benda keras dan ternyata batu bata dengan ukuran lebih besar dari umumnya, tersusun memanjang. (ono/ono)