Mencicipi Legitnya Durian Khas Tempuran

0
1132
Warna daging buahnya keoranye-oranyean dan tidak pucat. Rasanya legit, kering di luar tapi lembut di dalam, ditambah lagi dagingnya yang super tebal, menambah kenikmatan tersendiri dalam setiap gigitannya.

Laporan: Ardiana Putri

BERKUNJUNG ke salah satu desa di Kecamatan Pasrepan, tak lengkap rasanya jika tak mengeksplorasi keindahan dan kekayaan alamnya.

Desa Tempuran, desa ini merupakan salah satu desa yang memiliki potensi alam melimpah ruah. Tak sulit menemukan lokasi desa ini. Dari pasar Pasrepan, ada sebuah jalan desa di sisi kanannya. Anda hanya perlu menyusuri jalan desa tersebut hingga kurang lebih 30 menit lamanya.

Memasuki wilayah Desa Tempuran, mata Anda langsung disuguhi berderet-deret pohon durian di kanan-kiri. Baik di lahan maupun pekarangan rumah, hampir semua tertanam pohon durian.

Tempuran memang dikenal sebagai salah satu desa penghasil raja buah ini. Namun siapa sangka jika salah satu jenisnya ada yang unik. Mereka menyebutnya, durian oranye.

Disebut demikian karena warna daging buahnya keoranye-oranyean dan tidak pucat. Rasanya legit, kering di luar tapi lembut di dalam, ditambah lagi dagingnya yang super tebal, menambah kenikmatan tersendiri dalam setiap gigitannya.

Supat, warga Desa Tempuran mengungkapkan, Durian orange ini termasuk varietas unggul. Harga jualnya bisa lebih dari seratus ribu perbuah, sedikit mahal daripada jenis yang lain.

“Harga durian orange bisa mencapai lebih dari Rp 100 ribu perbuah, karena untuk pertumbuhannya relatif sulit, meskipun pada saat berbunga terlihat sangat banyak, tapi banyak yang tidak sampai berbuah. Sehingga jenis ini agak langka dan hal ini yg mempengaruhi harga,” ungkapnya.

Namun harga tersebut bisa dibilang sebanding dengan kelezatan yang didapatkan. Durian unik ini hanya ditemukan saat bulan Januari hingga Februari, bukan sepanjang tahun.

Selain Durian orange, masih banyak durian jenis lainnya yang bisa ditemukan di Tempuran. Seperti Durian Mrico, Si Tempur, Simas Slamet, Montong, dan Kasmin.

Durian-durian Tempuran akan lebih nikmat lagi jika dimakan langsung di tempatnya. Selain kenikmatan dari durian, mata Anda akan dimanjakan dengan suasana khas desa yang masih alami.

Desa Tempuran juga memiliki sebuah air terjun yang sayang untuk dilewatkan, Coban Danyang namanya. Tak heran jika desa ini bak sebuah serpihan surga yang jatuh ke bumi. (*)