Setahun, 110 Koperasi di Pasuruan Bubar

895

Pasuruan (wartabromo.com) – Sebanyak 110 koperasi di Kabupaten Pasuruan, selama kurun 2018 dinyatakan tak aktif. Persoalan sumberdaya manusia hingga buruknya manajemen, jadi pemicu bubarnya koperasi.

Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Pasuruan, Edy Nurhadi menjelaskan, koperasi-koperasi itu terdiri dari koperasi wanita, KUD (koperasi unit desa), koperasi konsumen, bahkan koperasi karyawan Pemkab Pasuruan.

“Sangat kita sayangkan, karena banyak sekali koperasi yang tidak aktif,” kata Edy di kantornya, Kamis (10/01/2019).

Rontoknya koperasi, dikatakan bisa karena adanya pemahaman yang salah dari anggotanya. Saat ini koperasi dianggap hanya sebuah tempat meminjam uang, bukan tempat untuk menitipkan uang, seperti praktik perbankan pada umumnya.

“Mindset nya harus dibalik. Jadi anggota lebih banyak yang menabung di koperasi, meskipun koperasi juga siap untuk meminjamkan uang kepada anggotanya. Kalau sudah dipahami seperti itu, maka Insya Allah akan sehat koperasi tersebut,” imbuhnya.

Selain berkaitan dengan mindset, sejumlah faktor diungkapkan juga menjadi utama terkait ambruknya koperasi. Penurunan jumlah usaha, rendahnya daya beli masyarakat, managemen koperasi amburadul, hingga SDM (sumber daya manusia), jadi biangnya.

Namun demikian, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro disebutnya mencoba mempertahankan keberadaan koperasi di Pasuruan. Pada tahun 2018, sebanyak 50 koperasi tak aktif telah direvitalisasi, meski hasilnya hanya 10 koperasi yang bangkit. Upaya itu dilakukan dengan fasilitasi kemudahan tambahan permodalan melalui kerja sama dengan perbankan, hingga pelatihan bagi pengurus, pengawas maupun anggota koperasi.

“Kalaupun hasilnya memang mentok, maka bisa diusulkan untuk dilakukan pembubaran terhadap koperasi yang tidak aktif tersebut,” ujar dia.

Edy menjelaskan, 110 koperasi tidak aktif itu termasuk 10% dari keseluruhan koperasi di Kabupaten Pasuruan. Untuk koperasi yang hingga kini masih produktif sebanyak 950 unit, yang coba terus dipertahankan, untuk berkembang dan memberikan hasil bagi anggotanya.

“Koperasi itu kan pada muaranya adalah memberikan SHU atau sisa hasil usaha kepada seluruh anggotanya. Kalau sudah aman, maka saya jamin akan terus bertahan,” pungkasnya. (mil/ono)