Tak Dapat Tentukan Langkah, PT Jasa Marga Dinilai Main-Main

655

Rejoso (wartabromo.com) – PT Jasa Marga, sebagai pihak pengelola tol Gempas Seksi tiga dinilai main-main dan tak profesional. Pasalnya, hingga batas waktu yang ditentukan, tuntutan warga untuk pembangunan terowongan belum juga dikabulkan.

Ratusan warga Desa Sadengrejo dan Kawisrejo telah bersiap untuk unjuk rasa memblokade jalan tol sejak pagi. Namun aksi unjuk rasa tersebut urung dilaksanakan. Ini lantaran warga kembali diajak berdiskusi dengan PT Jasa Marga sebagai pengelola tol, pejabat Pemkab Pasuruan, dan jajaran kepolisian Polres Pasuruan Kota.

Pantauan wartabromo, hingga pukul 11.30 WIB, urun rembuk ini tak juga menemukan titik terang. Forum pun menilai PT Jasa Marga tidak profesional. Saat ditanya mengenai solusi atas permasalahan yang dialami warga terkait banyaknya kecelakaan di overpass tol tersebut, PT Jasa Marga hanya berkelit.

“Kalian tidak becus, kami hanya minta terowongan untuk sepeda dan becak, kok muter-muter terus tidak menjawab pertanyaan dan tuntutan kami,” hardik salah seorang warga, Rabu (16/1/2019)

Baca Juga : Tagih Janji, Ratusan Warga Sadengrejo dan Kawisrejo Siap Duduki Tol Gempas

PT Jasa Marga, yang diwakili Eko dan Siswoyo tampak gugup saat menghadapi warga di tengah forum tersebut. Ia pun hanya bisa mengeluarkan beberapa pernyataan saja.

“Tuntutan warga sulit untuk direalisasikan,” ungkap Eko singkat, setelah berkelit-kelit menjawab pertanyaan warga.

Warga yang datang dalam forum diskusi tersebut sempat naik pitam, namun masih dapat mengontrol emosi. Diskusi pun mandeg dan akan dilanjutkan esok hari.

Diketahui, warga dan PT Jasa Marga selaku pengelola proyek tol telah membuat kesepakatan pada 5 November 2018 silam, jika PT Jasa Marga akan membangun underpass (terowongan) tiga minggu pasca peresmian tol. Namun, hingga hari ini, pembangunan underpass tak kunjung terealisasi. (ptr/may)