Kota Pasuruan Banjir, Diponegoro hingga Karangasem Terendam

4399
Sejumlah warga Jl Diponegoro, Kota Pasuruan terlihat memantau air banjir yang menerjang dengan ketinggian lebih satu meter, Kamis (17/1/2019) sejak sore hingga malam hari ini. (Foto: istimewa).

Pasuruan (wartabromo.com) – Hujan yang mengguyur seharian, membuat sungai Gembong dan sungai Welang meluap. Akibatnya sejumlah pemukiman di Kota Pasuruan tergenang banjir.

Banjir terpantau diantaranya di lingkungan Karangasem, Kelurahan Karangketug; Jl Diponegoro, Kelurahan Kebonsari; serta seputar pemukiman Jl Jambangan; hingga wilayah Krampyangan Kota Pasuruan.

Banjir di Karangasem, akibat luapan sungai Welang ini, terlihat sudah meluber nyaris ke pinggir jalan raya Pantura, sisi barat Kota Pasuruan. Banjir merendam dengan ketinggian mencapai lebih satu meter.

Banjir cukup parah juga terjadi di pemukiman warga di Jl Diponegoro. Di tempat yang berdekatan dengan sungai Gembong ini, banjir juga menutup seluruh jalan dengan ketinggian mencapai lebih satu meter.

Air di tempat ini menggenang lantaran air sungai Gembong meluap, setelah hampir seharian, wilayah selatan Kota Pasuruan diguyur hujan.

“Kalau rumah yang kerendam banjir sampai masuk, di sini lebih sepuluh,” terang Niki, warga Jl Diponegoro.

Sedangkan, di seputar Jambangan, meski tidak sebesar di dua lingkungan tersebut, sejumlah warga mengaku harus mengamankan barang dan perabotan dalam rumahnya.

Kondisi sedikit berbeda berada di wilayah Kelurahan Krampyangan. Banjir terjadi setelah sungai di sepanjang jalan Krampyangan meluap ke jalanan, kemudian terus membesar hingga saat ini dikabarkan sudah masuk ke jalan-jalan pemukiman warga.

Belum ada penjelasan berkaitan penyaluran bantuan, penyebab hingga upaya penanggulangan bencana banjir yang mengepung Kota Pasuruan kali ini. (ono/ono)