Identitas 2 Korban Tewas di Jatigunting Terungkap, Pemilik Rumah Lokasi Temuan Diamankan

6550
Polisi saat olah TKP di sisi rumah Dhofir, di Desa Jatigunting, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Di tempat ini,. ditemukan dua orang tewas dengan kondisi tubuh terbakar, Minggu (20/1/2019). (Foto: istimewa).

Wonorejo (wartabromo.com) – Polisi telah mengidentifikasi dua korban tewas yang terluka mirip kena kobaran api. Kedua korban dipastikan berjenis kelamin pria, berasal dari luar Desa Jatigunting, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, tempat temuan.

Polisi berhasil mengungkap identitas kedua korban, setelah sekian waktu melakukan pemeriksaan. Nama pertama kali, yang dicatat polisi, adalah korban bernama Sya’roni (58), beralamat di Dusun Pejaten, Desa Pajaran, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan.

Ikhtiar identifikasi kemudian dialihkan kepada jasad kedua, hingga kemudian diketahui nama, yang terbilang mirip dengan pengungkapan nama korban sebelumnya. Korban yang kedua ini cukup “sepuh”, karena berusia 70 tahun, berasal dari Desa Selorentek, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.

“(Korban kedua) Imam Sya’roni, laki-laki, lahir di Pasuruan 05 Mei 1948,” terang AKP Dewa Putu Prima, Kasatreskrim Polres Pasuruan, Minggu (20/1/2019).

Pihak kepolisian sampai saat ini, masih memeriksa sejumlah saksi, terutama pemilik rumah. Namun demikian, ia tak menjelaskan, siapa saja yang telah dimintai keterangan, terkait dua korban tewas seperti terpanggang itu.

Sebelumnya media ini, mendapatkan informasi, yang menyebutkan bila salah satu korban diperkirakan seorang perempuan (yang kemudian terkonfirmasi, pria) ditemukan berdekatan seorang lainnya, dengan luka bakar, di sisi rumah warga yang kerap dipanggil Gus Dhofir. Selama ini, Gus Dhofir dikenal sebagai “orang pintar” yang biasa menyembuhkan penyakit.

Beredar kabar, orang pintar itu, telah diamankan oleh polisi, untuk didalami keterangannya. Sejumlah sumber mengungkapkan, sang pemilik rumah –termasuk tempat tergeletaknya korban ini-, masih berstatus terperiksa. Namun demikian, tak tertutup kemungkinan, aksi “bakar’ kepada kedua korban, dilakukannya, sehingga dimungkinkan ditetapkan sebagai tersangka.

Terkait pelaku, Kasatreskrim Polres Pasuruan tidak menyanggah, bila Dhofir telah diamankan, meski tak menyebutkan rangkaian peristiwa maupun kepastian sebab-sebab kematian kedua korban.

“Kabarnya (penangkapan) benar, masih kita periksa. Besok kita rilis,” ungkapnya.

Sampai warta ini disusun, belum ada pernyataan dapat disampaikan, bila kedua pria itu merupakan korban pembunuhan.

keberadaan dua orang, di Desa Jatigunting hingga ditemukan tewas seperti kena amukan api itu, masih misterius. Hanya saja, isu yang mengemuka di tengah warga, kedua korban tewas diracun dan dibakar.

Diwartakan, Dua orang ditemukan tewas dengan kondisi tubuh terluka seperti terkena amukan api, Minggu (20/1/2019). Seorang korban telentang, lutut kaki kanan tertekuk, masih mengenakan sarung berwarna hijau daun dan tubuh tertutup kain batik berwarna biru. Seorang lainnya, tergeletak dengan lengan kanan berada di bawah, tertutup lembaran seperti kain warna biru, pakaian bermotif coklat, dengan bawahan kain coklat lebih muda. (ono/ono)