Amirrudin, Pejalan Kaki dari Mandailing ke Banyuwangi Tiba di Pasuruan

0
3016

Pasuruan (wartabromo.com) – Amirrudin (44), rela berjalan kaki dari Mandailing ke Banyuwangi demi untuk bersimpuh di kaki ibu kandungnya. Ia telah tiba di Masjid Mubarok, Desa Tambakrejo, Kecamatan Keraton, Kabupaten Pasuruan, Selasa (22/1/2019) sekitar pukul 10.30 WIB.

Lelaki paruh baya ini pun disambut riuh oleh ratusan warga yang menanti kedatangannya. Terlihat peluh bercucuran di wajahnya.

Perjalanan Amir, panggilan Amiruddin, dimulai pada 20 November 2018 lalu. Ia pun tiba di Pasuruan tepat pada hari ke 64. Terhitung tiga bulan, Amirrudin telah menempuh perjalanan sejauh 1.786 km.

“Suatu hari saya ingin salat subuh, kaki saya tiba-tiba tidak bisa digerakkan,” cerita Amir, sambil merebahkan tubuhnya menahan lelah.

Menurut cerita yang ia sampaikan ke Wartabromo, setelah 7 bulan lumpuh, Amir akhirnya memiliki nazar. Ia akan menemui ibunya dengan cara yang terbilang nekad, jika ia diberi kesembuhan dari lumpuh ini.

“Ini nazar saya berjalan kaki dari Serdang Bedagai menuju Ketapang, Banyuwangi,” tambahnya.

Amirrudin (tengah) disambut oleh warga, setalah itu ia beristirahat di Masjid Mubarok, Keraton, Pasuruan. Selasa (22/1/2019)

Keesokan harinya setelah ia bernazar, kakinya langsung sembuh. Ia pun bergegas untuk menunaikan nazarnya itu. Dengan tak membawa uang sepeser pun, ia tetap berangkat.

Ia juga menceritakan suka duka selama perjalanannya. “Banyak orang baik, ada pula yang berlaku jahat pada saya. Pernah dipalak juga,” ungkapnya.

Namun ia sebenarnya tak ingin mendapatkan perhatian yang berlebihan dari masyarakat.  Seperti penyambutan dari warga.

“Saya hanya berterimakasih pada semuanya, tapi saya tidak ingin ada penyambutan seperti ini di Banyuwangi.”

Sementara itu, Wiwin Candra (38), anggota komunitas ILKP Keraton Pasuruan, sangat antusias menyambut kedatangan Amirrudin. Ia pun mengaku takjub dengan apa yang dilakukan pria asal Banyuwangi itu.

“Ya saya sangat takjub. Semoga ia selalu diberi keselamatan di setiap perjalanan ya hingga sampai di Banyuwangi,” ujar perempuan asal Keraton ini. (ptr/may)