5 Hari, Warga Kedungringin Tergenang Banjir

0
440
Pembuatan nasi bungkus untuk warga tergenang banjir di Kedungringin, Kamis (23/11/2019).

Beji (wartabromo.com) – Banjir menggenangi ribuan rumah warga di Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Meski sudah 5 hari menggenang, ketinggian banjir masih sekitar 10-60 sentimeter.

Bakti Jati Permana, Kepala Pelaksana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Pasuruan menjelaskan, ada sekitar 1000 KK (kepala keluarga) yang terdampak banjir. Diantaranya, di Dusun Kedungringin Tengah, Gresikan dan Balungbuntung, Desa Kedungringin, Kecamatan Beji.

“Penyebab salah satunya karena air Sungai Wrati masih tinggi, sehingga air dari Selokerawan dan Turirejo yang melintasi Desa Kedungringin masih ngantri masuk ke Sungai Wrati. Selain itu memang dusun-dusun tersebut lokasinya relatif lebih rendah dari sungai wrati,” kata Bakti.

Saat ini, pihaknya telah memasang sand bag untuk menutup tanggul yang jebol di Cangkringmalang dan Kedungringin.

“Kita juga pasang 200 sand bag di Kedungringin dan Cangkring malang pada bulan ini. Ada juga dari Dinas Sumber Daya Air yang juga mengalokasikan pemasangan sand bag di wilayah yang berpotensi banjir,” tegas Bakti.

Sementara itu, senada dengan BPBD, Dinas Sosial juga turut menangani banjir. Dinsos mendirikan dapur umum di rumah Kepala Desa Kedungringin. Belasan anggota tagana (taruna siaga bencana) pun dikerahkan untuk membantu menyalurkan makanan bagi warga terdampak banjir.

“Warga Kedungringin melalui kepala desanya mengusulkan pendistribusian makanan, sehingga kami kerahkan tagana plus dibantu warga sekitar untuk langsung mendirikan dapur umum di rumah kades Viki, karena kebetulan halaman rumahnya sangat luas,” kata Gunawan Wicaksono, Plt Kepala Dinsos Kabupaten Pasuruan .

Pada hari pertama, ada sekitar 500 nasi bungkus yang terlah dibuat warga. Lalu pada hari ini, pembuatan nasi tembus 2000 bungkus.

“Tadi malam intensitas hujan meningkat lagi sehingga volume air bertambah besar dan memasuki rumah warga. Makanya permintaan nasi bungkus tambah banyak,” pungkasnya.

Dinsos Kabupaten Pasuruan tahun 2019 ini telah menganggaran khusus penanganan  kebencanaan sebesar Rp 200 juta. Anggaran tersebut digunakan untuk pendirian dapur umum saat banjir, dan juga pemberian sembako dan keperluan urgent bagi warga terdampak bencana lainnya seperti tanah longsor, kebakaran. (mil/may)