Setelah Disetubuhi, Wanita Ini Dibuang ke Sungai Bondoyudo Lumajang

6168

Lumajang (wartabromo.com) – Dua pemuda asal Dawuhan Wetan tega membuang wanita ke Sungai Bondoyudo. Wanita naas itu pun ditemukan tewas di Pantai Paseban, Kabupaten Jember.

Wanita bernama Idayati (42) ini ditemukan tanpa kenakan busana, di Pantai Paseban yang terletak di Dusun Bulurejo, Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Jember.

AKP Hasran, Kasatreskrim Polres Lumajang mengatakan, pelaku pembunuhan diketahui bernama M. Syafii (24), dan remaja berinisial MNR (15). Keduanya berasal dari Dusun Krajan I, Desa Dawuhan Wetan, Kecamatan Rowokangkung, Lumajang.

Cerita dugaan pembunuhan itu bermula, saat Syafii membuat janji dengan korban untuk berkencan. Korban diketahui dikenal sebagai wanita penghibur asal Kota Lumajang.

Syafii ditemani MNR, lalu bertemu korban di wilayah Kota Lumajang.

“Korban memasang tarif sebesar Rp 50 ribu untuk sekali kencan,” ujar AKP Hasran, saat mendampingi Kapolres Lumajang AKBP Arsal Sahban.

Mereka kemudian menuju area makam Sentono, pinggir sungai Dusun Krajan 2, Dawuhan Wetan, Lumajang. Syafii berboncengan dengan korban, sementara MNR membawa motor korban.
Syafii dan korban melakukan perbuatan asusila di wilayah tersebut.

Tapi, tak disangka-sangka, Syafii cekcok dengan sang wanita penghibur.

Hingga Syafii memukul kepala korban dengan helm. MNR yang kaget karena adu mulut keduanya, akhirnya mendekat. Tapi korban sudah tidak sadarkan diri akibat pukulan itu.

“Dalam keadaan panik, mereka berdua akhirnya melempar tubuh korban ke sungai, tepatnya di sungai Bondoyudo Sentono Tebuan. Aliran sungai tersebut sendiri mengalir kearah pantai paseban, sehingga korban terbawa arus hingga ke Pantai Paseban, Jember,” jelasnya.

Tersangka pembunuhan wanita asal Kota Lumajang. (Foto: Tim Cobra Polres Lumajang)

Aksi kedua tersangka ini berlanjut dengan mengambil tas korban yang berisi perhiasan emas, serta motor.

Untuk menghilangkan jejak, motor korban dijual ke Kabupaten Situbondo.

Kapolres Lumajang AKBP Arsal Sahban menerangkan, dari pengakuan pelaku, pembunuhan ini tidak direncanakan, alias murni karena emosi usai cekcok diantara keduanya.

“Pelaku mengatakan pada petugas bahwa tidak ada niatan membunuh korban sebelumnya. Tindakan kedua tersangka membuang jasad kearah sungai adalah reaksi panik. Namun, kami tidak langsung percaya atas pengakuan tersebut lantaran keduanya juga mengambil barang milik korban. Kami akan menyelidiki lebih lanjut atas motif pembunuhan ini.” ujar Arsal.

Arsal pun menyayangkan adanya pemuda di bawah umur malah ikut menjadi pelaku dalam kasus ini.

“Satu hal yang kita sangat sayangkan, salah satu pelaku masih anak dibawah umur. Ini membuktikan adanya degradasi moral dilingkungan kita,” pungkasnya.

Saat ini keduanya telah diamankan oleh Satreskrim Polres Lumajang. Namun sebelumnya, Syafii menjalani perawatan di RS Bhayangkara, karena dilumpuhkan dengan senjata api karena melakukan perlawanan saat diamankan Tim Cobra Polres Lumajang.(may/ono)