Dikabarkan Sakit, Agenda “Prabowo Menyapa di Jatim” Tertunda

5643
Prabowo saat Apel di Lapangan Pacuan Kuda Prigen, Kabupaten Pasuruan, Minggu (6/5/2018). Foto: dokumen.

Pasuruan (wartabromo.com) – Prabowo Subianto, Calon Presiden (Capres) RI berencana kampanye, keliling Jawa Timur (Jatim). Hanya saja, kegiatan itu tertunda setelah dikabarkan sakit.

Dalam jadwal yang beredar, Prabowo bakal memutari sejumlah Kota/Kabupaten di Jatim, selama tiga hari, yakni pada 27-29 Januari 2019.

Kampanye bertajuk “Prabowo Menyapa di Jatim” itu, pada hari pertama menuju Jombang dan Kota/Kabupaten Mojokerto, diantaranya bertemu dengan petani tebu hingga Alim ulama.

Selanjutnya, Capres nomor urut 02 tersebut menyambung kegiatan di hari kedua menuju Pasuruan dan Surabaya. Khusus di Pasuruan, sasaran dituju utamanya ke Pondok Pesantren Sidogiri yang kemudian bersilaturahim dengan ulama di PP Sunan Kalijaga Surabaya.

Sedang, di hari ketiga, Prabowo terbang ke Malang Selatan bertemu Kyai kampung dan mengikuti acara Mujahadah Kubroh bersama Jamaah Thoriqoh (KH Marta’in Karim).

Hanya saja, kabar yang terformat dalam bentuk rangkaian jadwal itu, kemudian dikatakan gagal dilakukan. Alasannya, Prabowo tengah sakit, seperti pada salah satu yang diungkap dalam keterangan tertulis, mengatasnamakan ketua BPP Soepriyatno.

Assalamualaikum Gus… Sehubungan dengan kondisi pak prabowo yang kurang sehat dan dokter pribadi beliau menyarankan agar beliau istirahat. Untuk itu acara beliau di Jawa Timur yang akan dilaksanakan tanggal 27-29 Januari di tunda. Mohon maaf dan atas perhatiannya diucapkan terima kasih,” kalimat yang atas nama ketua BPP Soepriyatno.

Sementara itu, Anwar Sadad, Sekretaris Partai Gerindra Jawa Timur, mengakui ada rancangan Prabowo berkampanye keliling Jatim. Hanya saja, terkait jadwal, ia masih belum bisa memberikan kejelasan.

“Memang ada rencana (kampanye di Jatim). Cuman belum tahu kapan,” ujarnya, Senin (28/1/2019).

Terkait jadwal hingga kalimat bersifat pembatalan dengan menuliskan nama ketua BPP Soepriyatno, ia juga tak memberikan komentar.

“Yang pasti, ada rencana datang ke sejumlah wilayah di Jatim. Soal kejelasan sakit (seperti yang diedarkan), saya tidak tahu. Langsung kontak saja ke yang bersangkutan,” pungkasnya. (ono/ono)