Dibagi 7 Seksi, Perbaikan Akses Bromo Digarap Maret

0
1194

Probolinggo (wartabromo.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mulai menggarap akses wisata Gunung Bromo mulai Maret mendatang. Proyek bantuan Australia itu akan digarap selama tiga tahun dibagi dalam 7 seksi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo, Prijono menuturkan, pihaknya telah melakukan survei jalan Tongas-Bromo. Jalan sepanjang kurang lebih 37 kilometer tersebut, akan dibagi dalam 7 koridor. Ketujuh ruas jalan kabupaten itu, antara lain Ruas Jalan Tongas–Lumbang (R.01); Ruas Jalan Lumbang – Lambang Kuning (R.03); Ruas Jalan Lumbang–Madakaripura (R.105); Ruas Jalan Sukapura–Lambang Kuning (R.60); Ruas Jalan Sukapura–Ngadisari (R.05); Ruas Jalan Ngadisari–Cemoro Lawang (R.06) dan Ruas Jalan Ngadisari–Laut Pasir (R.25).

“Survei sudah berjalan. Peningkatan kualitas jalan kami targetkan mulai akhir Maret mendatang. Akan menggunakan sistem Reimburse, dimana pembangunan menggunakan anggaran APBD lebih dulu. Ketika selesai digarap, dana 40% yang kita keluarkan diganti pemerintah Australia,” terang Prijono, Minggu (24/2/2019).

Pola hibah dalam program ini adalah berdasarkan hasil kinerja yang terukur atas pekerjaan yang dilaksanakan oleh Pemda berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan oleh Tim Teknis DJBM.

Ruang lingkup kegiatan hibah ini, meliputi Pemeliharaan rutin jalan termasuk Backlog and Minor Works (rutin kondisi), Backlog Minimum dan Holding Treatment; Pemeliharaan berkala jalan; Rehabilitasi dan peningkatan jalan; dan Peningkatan tata kelola dan sumberdaya manusia.

“Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mendorong Pemda untuk meningkatkan alokasi dana pada sektor jalan terutama pada pemeliharaan jalan,” tambah Kepala Bappeda Kabupaten Probolinggo, Tutug Edi Utomo.

Selama 3 tahun Kabupaten Probolinggo mendapat dana hibah Program Hibah Peningkatan Kinerja dan Pemeliharaan Jalan Provinsi (PRIM). Dana hibah itu, akan digunakan membangun jalan akses Bromo Tengger Semeru (BTS). Dana itu, melalui Kemitraan Indonesia dan Australia untuk Infrastruktur (KIAT).

“Untuk mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo Tengger Semeru. PRIM ini pada 2017 lalu, sukses meningkatkan jalan kabupaten (pilot program) di Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat,” tandaa Tutug. (cho/saw)