Sebulan, 6 Warga Nguling Terserang DBD

431

Nguling (wartabromo.com) – Sebulan, 6 warga Nguling, Kabupaten Pasuruan terjangkit demam berdarah dengue (DBD). Beberapa di antaranya harus dirujuk ke rumah sakit setelah mendapat perawatan di puskesmas.

6 warga, dinyatakan positif DBD tersebut semuanya berasal dari Desa/Kecamatan Nguling. Terdiri 2 anak-anak, 2 remaja dan 2 orang dewasa. Dua korban di antaranya masih bertalian kakak-adik.

Penyakit disebabkan virus dari nyamuk aedes aegypti tersebut, diakui oleh pihak puskesmas Nguling, terjadi berturut-turut, sejak sebulan terakhir.

“Sampai akhir bulan Februari, ada 6 pasien DBD, kami tangani,” kata Indah Dewi, dokter Puskesmas Nguling, Jumat (1/3/2019).

Ada 5 pasien DBD kemudian dirujuk ke RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan, RSUD Grati dan RSUD Tongas Probolinggo. Rujukan diputuskan, setelah pihak puskesmas menilai, korban DBD perlu mendapat perhatian medis lebih mumpuni.

Saat ini, puskesmas Nguling masih menangani satu pasien positif DBD. Namun, untuk menghindari hal yang tak diinginkan, puskesmas sepertinya juga akan merujuknya ke rumah sakit.

Menurut Indah, 6 warga Nguling tersebut, terbilang masih beruntung. Pasalnya pihak keluarga pasien segera memeriksakan kerabatnya tatkala mendapati gejala panas-dingin, mual, dan lemas.

Ia pun mengimbau warga tetap waspada dan reaktif ketika terdapat tanda-tanda terserang DBD. “Di sini lab-nya memadai,” kata Indah.

Sementara seorang remaja putri bernama Intan (17), saat mendapat perawatan gara-gara terkena DBD, mengakui jika sebelumnya merasa mual, suhu tubuh panas dingin hingga lemas.

“Saat diperiksa dan diuji laboratorium, dinyatakan positif DB,” ujar Intan lemah.

Intan mengetahui, bila pihak Puskesmas Nguling merekomendasikan untuk dilakukan rujukan medis ke rumah sakit. Iapun mengaku pasrah dan berharap DBD yang diderita segera teratasi.

Belakangan diketahui, selain 6 warga yang dinyatakan positif, sejumlah pasien di Puskemas Nguling juga menunggu hasil uji laboratorium, setelah gejala-gejala diduga mirip BDB sempat dikeluhkan. (ono/ono)