Besar di Keluarga Militer, Ajudan Bupati Demak Dikenal Pendiam

2253
Jenazah Febri tiba di rumah duka, Kelurahan Petamanan, Kota Pasuruan, Minggu (3/3/2019). (Foto: Ardiana Putri)

Pasuruan (wartabromo.com) – Korban kecelakaan tol Batang-Semarang, Febri Dien Terial, Ajudan Bupati Demak, besar dari keluarga militer. Meski demikian, pemuda ini dikenal pendiam.

Febri -panggilan akrabnya-, merupakan anak ketiga dari empat bersaudara, pasangan suami istri (pasutri) Junaidi dan Endang Ganefa.

Hidup di lingkungan keluarga militer. Ayahnya, merupakan purnawirawan TNI yang telah tunaikan tugas terakhirnya di Kodim 0819 Pasuruan.

Febri lulus dari IPDN pada 2016. Hampir setahun dinas setahun di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan, kemudian pindah ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak, sudah 1 tahun 6 bulan.

Dipercaya sebagai ajudan Bupati Demak, Muh. Natsir, Febri terbilang jarang pulang. Namun, kedua orang tuanya tetap menyadari kesibukan anaknya. Tapi, sang ajudan ini selalu menyempatkan diri pulang ke Kota Pasuruan, bila memang tengah cuti.

Malah, minggu lalu Febri sempat di rumah selama empat hari, mulai Kamis dan baru kembali ke Demak pada Minggu pagi.

“Saya terakhir ketemu ya seminggu kemarin,” kata Junaidi.

Terakhir, Febri sempatkan diri menelepon ibunya, pada Sabtu malam kemarin.

“Menyampaikan kabar bahwa dirinya sedang mendampingi Bupati di Bandung,” imbuh Junaidi.

Menurutnya, Febri memiliki sifat pendiam. Tapi, kalau berkaitan dengan urusan keluarga, anaknya itu sangat aktif, dengan rutin memberikan kabar.

Junaidi tak menyangka, komunikasi via seluler malam itu merupakan yang terakhirnya. Tak terbersit perasaan apapun, karena lercakapan itu bisa dikatakan sudah biasa. Materinya pun hanya saling memberi kabar dan tak ketinggalan candaan.

Tapi, ada satu hal tak biasa, saat pulang terakhirnya. Febri membawakan satu kardus belimbing dan jambu merah dari Demak untuk keluarga. Dikatakan Junaidi, itu tak lumrah, karena biasanya, Febri hanya membawa tas, jika pulang.

“Ini tumben-tumbennya bawa buah tangan. Tapi, saat itu ya nggak ada pikiran apa-apa,” kata Junaidi.

Ajudan Bupati Demak ini, juga dikenal mandiri dan tak manja. Ia lebih sering memilih naik kereta api daripada pesawat.

Sekadar informasi, Febri merupakan lulusan SMA Negeri 2 Kota Pasuruan. Sempat menempuh kuliah di Universitas Brawijaya selama dua semester, mengambil jurusan Teknik Informatika. Tapi pada semester ketiga, ia mendaftar IPDN dan diterima.

Mobil Bupati Demak Muh. Natsir terlibat Kecelakaan di jalan tol Batang-Semarang KM 349 hingga menewaskan ajudannya. Ajudan Bupati Natsir, diketahui bernama Febri Dien Terial, beralamat di Kelurahan Pertamanan, RT 04 RW 01, Kota Pasuruan.

Febri menderita luka pada kepala dan sejumlah bagian tubuhnya setelah mobil Innova yang ditumpanginya menabrak tronton. (man/ono)