Soroti Pengangguran, Ini Ancang-ancang Gus Irsyad untuk Pasuruan

0
1285

Pasuruan (wartabromo.com) – Pengentasan pengangguran hingga peningkatan kualitas layanan publik jadi fokus pembangunan di Kabupaten Pasuruan. Selaras, sorotan itu diyakini jadi pemacu perbaikan perekonomian warga untuk lima tahun mendatang.

Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf mengungkap ada beberapa isu strategis yang dilihat harus mendapatkan penanganan, sekaligus menunjang kebijakan pembangunan yang ingin dicapainya.

Dari banyaknya problem sosial di tengah masyarakat Kabupaten Pasuruan, soal pengangguran sepertinya menjadi perhatian. Artinya, memperluas kesempatan kerja menjadi prioritas, berharap ada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan.

Ia merekam, pengangguran terbuka di Pasuruan terbilang tinggi sebanyak 6,11% dibandingkan total kemiskinan di Jawa Timur yang mencapai 3,99%.

Banyaknya jumlah pengangguran terbuka ini lebih didominasi laki-laki, yang sebagian besar sudah berstatus kepala keluarga. Ia pun menegaskan, harus segera diselesaikan dan dipetakan.

“Rata-rata yang banyak menganggur adalah lulusan SMA sederajat. Oleh karenanya, mari kita satukan tekad untuk bisa menekan angka pengangguran ini,” ungkap Irsyad, Senin (11/3/2019).

Hal utama lain tak ditinggalkan adalah percepatan pembangunan berbasis Sumber Daya Manusia (SDM). Selain peningkatan kualitas lingkungan hidup secara holistic dan integrative. Untuk menyokongnya, pihaknya akan melakukan pengembangan Smart City, sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Isu strategis ini nanti digodok dalam rancangan awal RKPD (Rencana Kerja Pembangunan Daerah) tahun 2020. Rencana kerja ini, di antaranya mencakup tujuan dan sasaran pembangunan daerah, hingga target indikator kinerja utama.

Kemudian dari rancangan awal berkenaan dengan penyediaan lowongan pekerjaan, Gus Irsyad –sapaan akrabnya– mematok tingkat pengangguran terbuka, bisa turun menjadi 5,08%.

“Indeks kualitas lingkungan hidup 59,73%, indeks pemukiman layak huni 81,18, indeks kepuasan masyarakat mencapai 83, indeks pendidikan mencapai 59,09, dan indeks pembangunan gender mencapai 90,91,” jelasnya.

Serangkaian target juga dicanangkan Irsyad. Pertumbuhan ekonomi di wilayah berpenduduk 1,6 juta jiwa ini, diharapkan mencapai 5,73-6% dan angka kemiskinan dapat ditekan 9,30%.

Disebutkan kemudian, indeks toleransi masyarakat akan dipacu pada poin 62,40; indeks kesenjangan wilayah 0,255; indeks reformasi birokrasi mencapai nilai B; dan indeks pembangunan manusia pada kisaran 69,90.

Target ini bukan tanpa alasan. Ancang-ancang itu setelah pihaknya melakukan serangkaian evaluasi pembangunan yang telah dikerjakan. Sampai kemudian mendapatkan catatan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pasuruan miliki tren cukup baik selama kurun 2013-2018.

Dalam lima tahun terakhir, dari catatan evaluasi, terdapat penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Pasuruan, dari 11,26% pada tahun 2013 menjadi 9,45% di tahun 2018.

IPM (Indeks Pembangunan Manusia) secara perlahan juga menunjukkan grafik meningkat, dari 63,74 pada tahun 2013 menjadi 66,69 pada tahun 2018.

Begitu pula dengan indikator PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) pun menggambarkan perkembangan positif. Tahun 2013 mencapai Rp54,57 juta dan naik menjadi Rp84,18 juta pada 2018.

Arah kebijakan pembangunan selama lima tahun itu, terbilang dilakukan dengan memulainya dari pendekatan berbasis keluarga hingga konektivitas infrastruktur.

Dari evaluasi itu, ia mencoba menyelaraskan kembali pola kebijakan pembangunan Kabupaten Pasuruan untuk lima tahun ke depan.

Sebelumnya Irsyad mengatakan, pada tahun pertama, pembangunan bakal diarahkan pada basis keluarga dan pendidikan karakter. Tahun kedua menitik beratkan tercapainya peningkatan kualitas pelayanan publik.

Nah, berlanjut tahun 2021, ia menginginkan ada konektivitas infrastruktur. Lalu pada 2022 mengarah pada kelembagaan ekonomi desa, sampai di tahun kelima prioritas pada nilai tambah ekonomi dan pembangunan berwawasan lingkungan. (mil/ono)