Harga Anjlok, Peternak Burung Lovebird Gulung Tikar

0
65599

Probolinggo (wartabromo.com) – Peternak Lovebird di Kabupaten Probolinggo satu persatu gulung tikar. Pasalnya, harga jual burung Lovebird anjlok, setelah menjamurnya pedagang musiman.

Budiono (45), salah seorang peternak Lovebird Asal Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo menjelaskan, kondisi bisnis budidaya burung Lovebird saat ini sedang lesu.

“Ya sudah banyak yang gulung tikar, banyak saingan itu, jadi jualnya pun bersaing, terutama para peternak Lovebird yang berkualitas tinggi itu banyak yang gulung tikar karena harga jualnya kan tinggi,” jelasnya, Selasa (12/3/2019).

Lovebird menjadi salah satu andalan komunitas pencinta burung. Namun, sejak 10 bulan terakhir, harga jual burung mirip pipit ini terus mengalami penurunan. Pada awal 2018, harga jual burung dengan kualitas paling rendah berkisar Rp200 ribu, sekarang hanya Rp50 ribu per ekor.

“Saat harga normal, Lovebird jenis warna hijau standard umumnya terjual seharga Rp200 ribu perekor, sedangkan untuk kualitas di atasnya seperti jenis biola bisa mencapai Rp10 juta perekornya,” ungkapnya.

Mahalnya harga jual Lovebird yang ditawarkan pembudidaya inilah membuat semakin banyak peternak/penjual musiman. Akibatnya harga jual Lovebird anjlok, karena kurang memperhatikan kualitas, selain juga semakin banyaknya Lovebird di pasaran.

Budiono sudah 4 tahun menekuni budidaya Lovebird. Sebelum bisnis lesu, keuntungan penjualan bisa mencapai lebih dari Rp1 juta perbulannya. Namun prospektif itu sudah tidak bisa lagi diraih, padahal dulu bisnis ini sangat menjanjikan.

Meski begitu, penghobi burung Lovebird tak terpengaruh dengan kondisi anjloknya harga jual. Sebab mayoritas mereka memang membududayakan Lovebird atas dasar hobi, bukan bisnis sampingan. (fng/may)