Wisatawan Nikmati Eksotis Bromo saat Erupsi

0
546

Probolinggo (wartabromo.com) – Erupsi Gunung Bromo di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, hingga Sabtu (16/3/2019) masih fluktuatif. Meski begitu, kondisi itu justru dianggap sebagai momen istimewa, menikmati eksotis kepulan asap Bromo.

Dari bukit Cemoro Lawang, semburan abu vulkanik dari kawah Gunung Bromo, terlihat dengan jelas. Kepulan putih kecoklatan itu, bak menari-nari mengikuti semburan dari dasar kawah dan terbang sesuai arah angin.

Semburan asap dari kawah Bromo membuat pemandangan makin indah dan eksotis. Pengunjung pun berucap sayang jika momen ini dilewatkan. Tentu mereka ramai-ramai mengabadikannya dengan smartphone maupun kamera DSLR. “Ini baru pertama kali sih kesini, tapi bagus banget. Dari pada tempat wisata yang lain, ini paling bagus,” ujar wisatawan asal Bandung, Anesha Afriani, Sabtu (16/3/2019).

Abu vulkanik yang diterbangkan angin, nampak di sekitar hotel dan pintu masuk Cemoro Lawang. Terutama ketika asap vulkanik Bromo mengarah ke utara. Tumpukan abu vulkanik, juga ditemui di atas bodi kendaraan yang terparkir di ruang terbuka. Kondisi yang sama juga terjadi di laut pasir Bromo. Hujan abu tipis masih melanda sebagian kawasan wisata tersebut.

Momen langka kepulan asap eksotis Bromo ini, juga memukau wisatawan asing. Wisatawan asal Polandia, Roberts menyebut, dari lima kali kunjungannya ke Bromo, baru kali ini ia bisa melihat Bromo erupsi. Menyaksikan kepulan asap eksotisnya.

Meski sempat was-was, ia malah ingin mendekat. Namun, ia hanya berani berkunjung di sekitar lautan pasir saja. “Already five times. But first time like this. (Sudah lima kali ke sini. tapi baru pertama kali seperti ini),” katanya.

Sebagai informasi, saat ini semburan asap dari kawah Bromo masih membumbung hingga ketinggian 600 meter diatas permukaan kawah. Teramati abu abu kecoklatan, bertiup lemah ke arah utara, timur dan timur laut. Sementara aktifitas kegempaan, masih berkisar antara 0,5 hingga 5 milimeter, dominan 1 milimeter. Wisatawan maupun warga, masih bisa beraktifitas di luar radius 1 kilometer dari puncak kawah. (lai/saw)