BPBD Probolinggo Petakan Jalur Evakuasi Bromo

0
250
Papan penunjuk jalur evakuasi Bromo. (Foto: Cuwik Sunarip Yudidarmono, Bromo Lovers)

Probolinggo (wartabromo.com) – Aktivitas Gunungapi Bromo hingga Rabu (20/3/2019) masih fluktuatif, semburkan abu vulkanik. Kondisi itu, membuat BPBD Kabupaten Probolinggo memetakan jalur evakuasi.

Pemetaan jalur itu dibutuhkan, terlebih ketika status kegempaan Bromo dinaikkan menjadi awas.

Kepala Pelaksana BPBD Probolinggo, Anggit Hermanuadi menyebut pihaknya sudah memiliki cetak biru (blueprint) kawasan rawan bencana di lereng Gunungapi Bromo. Pemetaan itu dilakukan ketika erupsi terjadi sebelumnya. Hanya saja, saat ini perlu dilakukan pemeriksaan jalur evakuasi tersebut.

Pengecekan dan pemeriksaan, mulai dari rambu-rambu, sampai kondisi jalan menuju titik kumpul atau jalur evakuasi.

Asap membubung dari kawah Bromo, Rabu (20/3/2019) pagi ini. (Foto: Cuwik Sunarip Yudidarmono, Bromo Lovers)

“Sebelumnya sudah pernah dilakukan, tapi mungkin sudah lupa. Makanya kami coba ingatkan kembali masyarakat dan wisatawan yang datang,” ujar Anggit.

Upaya ini sebagai langkah antisipasi tanggap bencana. Bila saja terjadi letusan yang lebih besar, maka warga dan wisatawan tidak perlu panik. Lantaran jalur evakuasi sudah disiapkan.

“Jalur evakuasi ini sangat penting ketika terjadi kebencanaan. Salah satunya untuk meminimalisir korban jiwa,” kata mantan Kepala Bappeda ini.

Pihak BPBD melaporkan, lokasi titik kumpul atau shelter juga sudah disiapkan. Lokasinya berada di masing-masing desa. Mulai dari Desa Ngadisari sampai Desa Sukapura, Kecamatan Sukapura. Jalur evakuasi dan titik kumpul juga disediakan di Kecamatan Sumber. “Relawan tangap bencana sudah siap dengan alurnya,” tandas Anggit.

Saat ini, asap hitam masih menyembur dari kawah Gunungapi Bromo. PVMBG melaporkan ketinggiannya asapnya mencapai 1.000 meter di atas puncak kawah. Dalam level dua atau waspada, jarak amannya 1 kilometer dari kawah. Di luar radius ini, masyarakat dan wisatawan sapat beraktifitas. (cho/saw)