Jalan Panglima Sudirman Kota Probolinggo Dipakai Balapan, Pengusaha Mengeluh

0
752

Probolinggo (wartabromo.com) – Jalan raya Panglima Sudirman Kota Probolinggo, ditutup untuk gelaran road race Dandim Cup, Minggu (24/3/2019). Namun, kegiatan itu dikeluhkan sejumlah pengusaha, di antaranya tidak ada pemberitahuan.

Pada gelaran road race ini, panitia menggunakan ruas jalan Panglima Sudirman dari depan Kodim 0820 Probolinggo hingga simpang tiga rumah makan Sumber Hidup. Namun, penutupan jalan dilakukan sejak perempatan Brak hingga pertigaan Sumbee Hidup. Sehingga sejumlah pengusaha antara perempatan Brak hingga Restaurant Sumber Hidup, mengeluh.

Keluhan lantaran usaha  perdagangan dan jasa yang mereka laksanakan hari itu, mubazir. Sebab tak ada pembeli atau pengguna jasa yang bertransaksi. Seperti yang diungkap oleh salah satu karyawan toko buah di depan rumah dinas Wali Kota Probolinggo. Dari pagi hingga pukul 11.30 siang, buahnya tidak ada yang membeli.

Penyebabnya, tidak ada kendaraan roda dua maupun roda empat melintas di depan tokonya. Mengingat, jalan mulai Brak ditutup total.

“Enggak tahu kok ditutup. Padahal, di depan toko kami tidak ada kegiatan. Mestinya jalan tidak perlu ditutup total. Meski selatan Rumah Makan Sumber Hidup ditutup, pengendaraa bisa lewat di jalan Suyoso atau barat Hotel Ratna,” ungkap pria yang enggan namanya dipublis itu.

Dilanjutkan, road race tak bakal terganggu meskipun jalur Brak dibuka. Kendaraan bisa melintas dengan berbelok ke arah kiri lewat jalan Suyoso. Dengan begitu, menurutnya event balap ini tak merugikannya.

Para pengusaha tetap membuka toko, hotel dan restoran karena tidak ada pemberitahuan dari panitia. Padahal acara road race sebelumnya, ada pemberitahuan. “Kalau acara road race sekarang tidak ada surat pemberitahuannya. Kalau sebelumnya, kami selalu diberitahu. Ya, pakai surat,” ungkap salah satu resepsionis Hotel Ratna.

Menurut Kasat Intel Polresta Probolinggo IPTU. Sudarto, mengaskan, kalau tidak ada penutupan jalan di Brak. Walaupun ditutup total, ada petugas yang menjaga. Petugas tersebut, berkewajiban membuka penutup jalan kalau ada warga yang hendak ke timur Brak. “Enggak, enggak ditutup. Siapa bilang itu. Kalau memang ditutup total, minta dibukakan ke petugasnya. Di sana, ada petugas yang jaga,” tegasnya.

Pihaknya mengeluarkan izin, salah satunya atas dasar surat pemberitahuan dari penghuni atau pemilik toko dan rumah di sepanjang jalur yang dipakai sirkuit road race. “Ada surat pemberitahuannya. Saya lihat sendiri. Rumah makan Sumber Hidup dan Hotel Tentrem ada tanda tangannya,” tambah Sudarto.

Sementara itu, ketua panitia lokal Gangsar mengatakan, sudah berkirim surat pemberitahuan ke sejumlah pengusaha. Namun, ia meminta maaf jika ada pengusaha yang terlewat. “Kami sudah melayangkan pemberitahuan. Maaf kalau ada yang terlewatkan. Pengusaha yang mana ya,” kata karyawan PDAM itu, singkat.

Road race ini diwarnai sejumlah kericuhan antar official tim. Baik saat balapan maupun saat pembagian hadiah. Bahkan sebelum dimulai, panitia tidak memperbolehkan sejumlah wartawan untuk meliput. (cho/saw)