Bawaslu Endus Ketidaknetralan KPPS

0
9963
Fathul Qorib, Ketua Bawaslu Kabupaten Probolinggo

Probolinggo (wartabromo.com) – Ada 10 indikator kerawanan Pemilu 2019 di Kabupaten Probolinggo. Sepuluh indikator ini menjadi perhatian serius Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat. Salah satunya, adanya ketidaknetralan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Dalam gelaran Pemilu 2019 di Kabupaten Probolinggo, Bawaslu mencium adanya 10 indikator kerawanan. Seluruh indikator itu menjadi perhatian khusus. Seperti ketidaknetralan KPPS, politik uang, dan juga kerap terjadinya isu SARA di beberapa titik.

“Indikator itu merupakan rangkuman hasil identifikasi internal Bawaslu. Semua indikator itu telah kami identifikasi. Tapi untuk titik mana saja yang memiliki indikasi tersebut tidak bisa kami sampaikan ke publik. Itu menjadi konsumsi internal kami,” terang Ketua Bawaslu setempat Fathul Qorib, Selasa (16/4/2019).

Fathul mengatakan juga ada kerawanan dari sisi DPTb. Bawaslu memfokuskan pada TPS di pondok pesantren. Selain ada potensi mobilisasi santri, juga ada kekhawatiran terjadinya kesalahan dalam pemberian jumlah surat suara.

“Ada kemungkinan santri dari luar kota yang seharusnya mendapatkan 2 surat suara, capres dan DPD, tapi malah diberikan 5 surat suara,” terangnya.

Ada juga kerawanan mengenai DPK yang melebihi 2 persen dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) per TPS. DPK ini, akan mengakibatkan kekurangan surat suara. Belum lagi potensi adanya TPS di dekat lembaga pendidikan, rumah sakit, posko pemenangan. Juga di dalam gedung berukuran kurang dari 8 x 10 meter.
Termasuk kerawanan kerusakan logistik akibat pendistribusian di musim hujan ini.

“Apalagi banyak wilayah di Kabupaten Probolinggo yang medannya sulit dan kerap hujan lebat. Karena kegiatan pemungutan suara harus diketahui masyarakat, tidak boleh di lokasi yang sempit,” urainya panjang lebar.

Oleh karenanya, Bawaslu menyatakan akan meningkatkan pengawasan pada hari pemungutan suara, 17 April besok.

“Kami akan meningkatkan dan memprioritaskan pengawasan di titik-titik rawan itu. Tujuannya agar meminimalisir kerawanan pemilu,” tandas warga Desa Gunggungan Lor, Kecamatan Pakuniran ini. (saw/saw)