Dinas Peternakan Pasuruan Sediakan 10 Ribu Vaksin Flu Burung

1378

Pasuruan (WartaBromo) – Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan bakal vaksinasi 10 ribu ekor unggas milik peternak di Kabupaten Pasuruan. Upaya ini sebagai cara antisipasi menjangkitnya virus flu burung.

Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) pada Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan, drh Ainur Alfiyah mengatakan, untuk tahun ini pihaknya akan mengalokasikan vaksin H5N1 sebanyak 10 ribu dosis. Vaksin tersebut diperuntukkan untuk unggas jenis ayam buras dan itik.

“Kebanyakan, flu burung menyerang ternak unggas seperti itik dan ayam petelur,” kata Alfiyah saat ditemui di kantornya, Jumat (26/04/2019).

Pemberian vaksin H5N1 akan dilakukan antara bulan Juli atau Agustus mendatang. Untuk jumlah vaksinnya masih sama dengan tahun lalu, yakni 10 ribu dosis. Jumlah sebanyak itu dikatakannya masih belum ideal, lantaran jumlah ternak unggas di Kabupaten Pasuruan mencapai 1,377 juta ekor.

Baca Juga :   Cusss! Bupati Pasuruan Jadi Orang yang Pertama Divaksinasi

“Untuk Ternak itik saja mencapai 104 ribu dan ternak ayam petelur mencapai 1,2 jutaan. Ya secara bertahap memang. Lagi-lagi karena keterbatasan anggaran yang membuat alokasi vaksin ini tidak bisa banyak,” ungkapnya.

Meski jauh dari kata ideal, Alfiyah menegaskan, kegiatan vaksinasi ini bersifat pencegahan agar ternak tidak terserang flu burung.

“Biasanya karena musim, terutama pancaroba. Termasuk yang menyebabkan karena virus dimana tertular saat lalu lintas perdagangan dan bisa juga karena kurang kebersihan kandang,” jelas Alfiyah.

Dijelaskan, untuk pemberian vaksin dilakukan berdasarkan pengamatan di tahun-tahun sebelumnya. Jika ada indikasi ternak terserang, maka di titik peternakan tersebut akan diberikan vaksin. Termasuk sample ke peternak lain.

Baca Juga :   Bantu Percepatan Vaksinasi Anak, Bank Jatim Ikut Sasar Sekolah di Pesisir Kota Pasuruan

Tahun lalu, avian influenza masih menyerang ternak meskipun jumlahnya terbilang minim. Kendati tidak memberikan jumlah pastinya. Namun serangan virus ini mengakibatkan kematian sekitar 0,2 persen di satu titik peternak.

“Meskipun tidak semua peternak ada terserang, namun jika ada yang terserang jumlahnya sekitar 0,2 persen dari populasi yang dimiliki di 1 titik peternak,” terangnya. (mil/ono)