Hendak Imtihan, Santriwati Ponpes As-Sholchah Warungdowo Kena Begal

4757
Ilustrasi begal.

Kejayan (WartaBromo) – Seorang santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) As Sholchah Warungdowo, Kabupaten Pasuruan, jadi korban pembegalan. Motor hingga uang tunai amblas digasak begal.

Dari sejumlah sumber, peristiwa pembegalan itu dialami Santriwati bernama Maya Fitria (17), asal Dusun Ngawu, Desa Wangkal Wetan, Kecamatan Kejayan.

Ia kena begal saat membonceng motor bersama ayahnya, Sifa’uddin (48) di jalan termasuk Dusun Monjo, Desa Ketangirejo, Kecamatan Kejayan, sekitar pukul 17.00 WIB, Minggu kemarin. Mereka disebut-sebut menuju Ponpes As-Sholchah, Warungdowo, karena harus mengikuti acara imtihan.

Salah satu warga menyebutkan, bila lokasi tersebut, berada di sebuah jembatan kecil, sisi selatan sebuah pabrik pengolahan aspal.

“Mau kembali ke Ponpes Putri As-Sholchah Warungdowo,” ujar seorang warga.

Diperkirakan, bapak-anak tersebut cukup lama dibuntuti dua motor dikendarai oleh empat orang tak dikenal. Tepat di jembatan kecil, yang juga berdekatan dengan peternakan ayam itu, kedua korban dipepet dan diberhentikan kawanan begal ini.

Karuan saja, keduanya tak berkutik dan gagal berangkat imtihanan ke Ponpes As-Sholchah. Motor Honda Vario 150 yang dikendarai berpindah tangan. Apesnya lagi, uang Rp200 ribu dalam jok motor pun amblas.

“Di dalam jok ada pakaian seragam imtihan dan uang Ro200 ribu,” terangnya.

Parahnya lagi, selain merebut motor, keempat pelaku juga merampas dompet Sifa’uddin yang berisi uang tunai Rp800 ribu.

Tidak ada penjelasan, apakah korban melaporkan kejadian kemarin sore itu. Sementara, Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Dewa Prima menyebutkan pihaknya belum menerima laporan kasus pembegalan yang dialami santriwati Ponpes As-Sholchah.

“Tadi pagi nihil. Apa mungkin dilaporkan hari ini, saya tanya dulu,” ujar Dewa. (ono/ono)