Selama 2019, Kecelakaan Kereta di Jatim Capai 295 Kasus

1078

Pasuruan (WartaBromo) – Sepanjang tahun 2019, tercatat ada 295 kejadian kecelakaan di perlintasan kereta api di Jawa Timur. Secara umum, faktor kurang kehati-hatian jadi pemicu kecelakaan, yang terjadi banyak di perlintasan tak berpalang pintu.

Kepala Balai Teknik Perkereta Apian wilayah Jawa Bagian Timur, Nur Setiawan Sidik mengungkapkan peristiwa tabrakan ini, diperkirakan terus mengalami peningkatan tiap waktu.

Dari catatan 295 kejadian, setidaknya 77 orang mengalami luka ringan, dan ratusan korban lainnya menderita luka berat hingga meninggal dunia.

Kasus kecelakaan yang melibatkan pemakai jalan dengan kereta api di perpotongan sebidang atau perlintasan KA, disebutnya lebih karena faktor kurangnya self awareness atau kesadaran pentingnya menjaga keselamatan saat melintas di rel kereta api.

“Paling banyak ya korban meninggal dunia. Kebanyakan pemilik kendaraan yang nekat menerobos perlintasan. Alasannya pasti simple, yakni buru-buru,” katanya.

Diungkapkan, di Jawa Timur ada sekitar 1.500 perlintasan kereta api. Dari jumlah tersebut, baru 1.200-an yang sudah dilengkapi palang pintu. Artinya, masih ada 300 lokasi perlintasan yang tidak berpalang pintu. Early warning sistem (EWS) salah satunya berupa sirine, sebenarnya telah terpasang, meski masih 100-an titik perlintasan tak berpalang pintu.

“Kami mengadakan alat ini dengan kajian akademis dulu. Kami prioritaskan di perlintasan tidak berpalang pintu,” terang Nur.

Dalam waktu dekat, pihaknya memastikan menambah pemasangan tanda/rambu peringatan di setiap perlintasan kereta api tanpa palang pintu. Tak hanya itu, pihaknya juga akan memasang banyak sirine serta menempatkan petugas jaga perlintasan.

“Kita akan pasang rambu peringatan, juga sirene dan petugas. Karena kalau ada petugas, minimal bisa melarang pengendara atau masyarakat yang nekat melintas di saat kereta akan datang,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan, Heri Yitno menjelaskan, total perlintasan KA di Kabupaten Pasuruan sebanyak 72 titik. Dari jumlah tersebut, ia mengungkapkan sebanyak 35 titik tak dilengkapi dengan palang pintu.

“Kami mengapresiasi langkah pengamanan perlintasan KA yang dilakukan oleh PT.KAI yakni menempatkan petugas jaga perlintasan tanpa palang pintu. Hal ini akan mengurangi tragedi kendaraan tertabrak KA,” terang Heri Yitno.

Sekadar informasi, Nur Setiawan Sidik dalam rangkaian acara Gerakan Nasional Selamat di perlintasan Kereta Api. Kegiatan ini digelar di sekitar perlintasan kereta api tanpa palang pintu jalan raya Bangil – Sukorejo, Desa Oro-Oro Ombo Wetan, Kecamatan Rembang. (mil/ono)